Breaking News:

Doa dan Amalan

Tata Cara dan Niat Sholat Istikharah, Amalan Sunnah Bagi Orang Galau untuk Tentukan Pilihan

Tata cara, niat dan doa Sholat Istikharah yang menjadi amalan sunnah bagi orang galau untuk menentukan pilihan

Editor: Dwi Sudarlan
Freepik.com
Ilustrasi Sholat Istikharah, amalan sunnah bagi orang galau untuk tentukan pilihan 

TRIBUNKALTENG.COM - Tata cara, niat dan doa Sholat Istikharah yang menjadi amalan sunnah bagi orang galau untuk menentukan pilihan.

Sholat istikharah merupakan sholat dua rakaat untuk memohon kepada Allah tentang ketentuan pilihan yang lebih baik di antara dua hal yang belum dapat ditentukan baik buruknya.

Apabila seseorang berhajat dan bercita-cita akan mengerjakan sesuatu maksud, sedang ragu-ragu dalam pekerjaan, termasuk memutuskan calon pasangan berumah tangga dianjurkan melaksanakan Sholat Istikharah

Yakni sholat 2 rakat untuk memilih salah satu dari dua hal, diteruskan atau tidak.

Baca juga: Selain Disukai Allah SWT, Dzikir Utama Ini Bisa Mengantar Orang yang Mengamalkan ke Pintu Surga

Baca juga: Ada 3 Bagian Waktu Melaksanakan Sholat Tahajud di Malam Hari, Kapan Waktu yang Terbaik?

Baca juga: Ayat Seribu Dinar, Amalan Membuka Pintu Rezeki dari Segala Penjuru sesuai Al Quran, Begini Caranya

Sholat Istikharah, waktu pelaksanaannya lebih utama jika dikerjakan seperti sholat tahajud, yakni di malam hari.

Sesudah selesai sholat dengan sempurna kemudian terus berdoa dengan doa istikharah dan sesudah berdoa hendaklah memilih dalam hati, mana yang cenderung hati antara dua hal itu, berikut bacaan Doa Sholat Istikharah

“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub.

Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.

Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”

Artinya:

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved