Breaking News:

Berita Palangkaraya

Aksi PETI di Sungai Kahayan Masih Marak, Ditpolairud Kalteng Beri Deadline Seminggu untuk Stop

Aksi PETI di Sungai Kahayan masih marak, Ditpolairud Kalteng beri deadline seminggu untuk menghentikan aktivitas ilegal itu

Penulis: Fathurahman | Editor: Dwi Sudarlan
Polda Kalteng
Aksi PETI di Sungai Kahayan masih marak, Ditpolairud Kalteng beri deadline seminggu untuk menghentikan aktivitas ilegal tersebut 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Aksi PETI di Sungai Kahayan masih marak, Ditpolairud Kalteng beri deadline seminggu untuk menghentikan aktivitas ilegal tersebut.

PETI atau penambangan emas tanpa izin (ilegal) di Sungai Kahayan mencakup beberapa kabupaten dan kota di Kalteng.

Imbasnya, Sungai Kahayan tercemar logam berat air raksa atau mercuri.

Para penambang emas itu menggunakan kapal tradisional disertai mesin sedot dumping, bahkan saat ini juga ada yang menggunakan sejenis kapal keruk yang beroperasi di hulu Sungai Kahayan.

"Kami susuri Sungai Kahayan bagian hulu sungai masih ada saja para penambang emas menggunakan kapal tradisional yang memakai mesin dumping untuk menyedot pasir di dasar sungai untuk mencari emas. Para penambang ini sudah ada sejak lama," ujar Hamim salah satu motoris kelotok yang biasa ke hulu Sungai Kahayan, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Narkoba di Kotim, Tersangka Pria dan Wanita Bersembunyi di Kamar Mandi Saat Digerebek Polisi

Baca juga: Sanksi Pelaku Usaha Kuliner Pelanggar Prokes di Palangkaraya Masih Teguran Lisan dan Tertulis

Baca juga: Kapolda Kalteng Cek Kesiapan Rumah Sakit di Palangkaraya Tangani Lonjakan Pasien Covid-19

Masih adanya aksi penambangan emas secara ilegal tersebut juga mendapatkan perhatian Personel Ditpolairud Polda Kalteng beserta instansi terkait lainnya yang kemudian melakukan sosialisasi bahaya penambangan illegal di sungai tersebut.

Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalteng bersama instansi terus melakukan sosialisasi tentang ancaman hukuman dan bahaya PETI pada masyarakat Bantaran Sungai Kahayan di Palangkaraya.

Masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai kahayan Palangkaraya sampai dengan Tumbang Nusa Kecamatan Jabirenraya Kabupaten Pulang Pisau, diberikan sosialisasi menggunakan Kapal Polisi KP XVIII-1029 bersama Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalteng, Kantor kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kementrian Perhubungan wilayah kerja palangkaraya.

Dirpolairud Polda Kalteng Kombes Pol Pitoyo Agung Yuwono, melalui Kamarnit Palangkaraya, Iptu Jaka Waluya, mengatakan,  kegiatan PETI sangat merugikan karena mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan maupun keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sungai yang menjadi alur pelayaran bagi kapal-kapal yang akan masuk maupun keluar wilayah Palangkaraya.

Diharapkan tidak ada lagi aktivitas PETI karena dapat merusak lingkungan dan merugikan masyarakat yang tinggal di pinggir sungai.

"Campuran bahan kimia mercuri yang dipakai penambang bisa berdampak bagi kesehatan warga yang ada di kawasan penambangan emas tersebut," ujarnya.

Sebab itu, pihak Ditpolairud Polda Kaltenv saat melakukan sosialisasi juga memberikan batasan waktu selama seminggu sejak adanya sosialisasi, agar warga yang biasa menambang segera menghentikannya.

Jika masyarakat masih melakukan kegiatan tersebut Ditpolaurud akan melakukan tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved