Breaking News:

Sebanyak 644 Kiai Meninggal Dunia karena Covid-19, Muhaimin: Sementara Tidak Usah Cium Tangan Dulu

Sebanyak 644 kiai meninggal dunia karena covid=19, Muhaimin: Sementara tidak usah cium tangan dulu

Editor: Dwi Sudarlan
surya/fatimatuz zahro
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyerukan sementara tidak usah mencium tangan ulama dulu karena sudah sebanyak 644 kiai meninggal karena covid-19 

TRIBUNKALTENG.COM - Sebanyak 644 kiai meninggal dunia karena covid, Muhaimin: Sementara tidak usah cium tangan dulu.

Ya, banyak ulama atau kiai Nahdlatul Ulama (NU) yang meninggal karena covid-19.

Menurut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar hingga Sabtu (10/7/2021) sudah sebanyak 644 kiai yang meninggal karena terpapar covid-19.

Korban covid-19 memang terus bertambah. Data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 per Senin (12/7/2021) mencatat, total warga terjangkit Covid-19 di Indonesia mencapai 2.567.630 orang. Sebanyak 67.355 orang di antaranya meninggal dunia.

Baca juga: Klik Pedulilindungi.id, Begini Cara Mudah Download Sertifikat Vaksin Covid-19 Gunakan HP

Baca juga: RS Bhayangkara Palangkaraya Bangun Tambahan Ruang Rawat Inap, Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

Baca juga: Setelah Susu Beruang Langka, Warga Kini Memburu Air Kelapa Muda untuk Obati Covid-19

”Baru-baru ini kita banyak kehilangan kiai dan ulama kita. Almagfurlah Kiai Zainuddin Djazuli, almagfurllah Kiai Fuad, Kiai Nawawi Sidogiri, dan para kiai-kiai lainnya yang semua itu adalah motivator, energi, dan sekaligus pengarah perjuangan kita di PKB. Mari kita doakan beliau-beliau semua semoga diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT,” kata Gus Muhaimin saat memberikan sambutan di selaacara Yasinan, Tahlil Akbar dan doa bersama yang dikhususkan untuk Almarhum KH. Zainuddin Djazuli, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri secara virtual melalui aplikasi Zoom, Senin malam (12/7/2021).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengajak seluruh kader PKB dimanapun berada untuk bersama-sama menjaga para kiai, terutama mereka yang sudah sepuh agar selamat dari pandemi ini.

”Kepada teman-teman DPC, DPW, anggota DPR, Bupati, Gubernur, Wakil Gubernur, semuanya tolong dijaga kiai masing-masing. Jangan sampai berakibat terlambat darurat mengantisipasi. Contoh misalnya di Bekasi kemarin ada yang akhirnya terlambat dalam penanganann yang padahal sebetulnya bisa ditangani,” tuturnya.

Muhaimin mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar menerapkan kultur baru dengan menggunakan cara new normal dan protokol kesehatan yang disiplin.

”Kepada para kiai yang sudah sepuh, saya kira tidak usah dicium tangannya dulu. Salaman di dada saja supaya beliau-beliau kita jaga. Kita cinta beliau, ingin cium beliau, ingin bersalaman dengan beliau, tetapi untuk sementara waktu sebelum pandemi ini berakhir, kita ubah tradisi untuk mengantisipasi,” sarannya.

”Kepada keluarga para masayih juga harus menjaga karena korbannya sudah sangat banyak sekali. Di Jakarta saja hampir tiap hari kiai-kiai kita mengalami sakit keras dan banyak yang akhirnya wafat dan meninggalkan kita,” kata cucu salah satu pendiri NU KH Bisri Syansuri ini.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved