Breaking News:

Berita Palangkaraya

Kota Palangkaraya Berlakukan Kebijakan WFH Bagi Pegawai Negeri dan Swasta, 75 Persen Kerja di Rumah

Pemko Palangkaraya kembali menerapkan pengaturan jam masuk bekerja bagi pegawai termasuk perkantoran lainnya sehubungan meningkatnya kasus Covid-19

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemko Palangkaraya kembali menerapkan pengaturan jam masuk bekerja bagi pegawai termasuk juga perkantoran lainnya sehubungan makin meningkatnya kasus Covid-19.

Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin, telah mengeluarkan aturan terkait pelaksanaan kerja di rumah dan di kantor tersebut melalui surat edaran.

Surat Edaran (SE) Wali Kota Palangkaraya nomor : 368/01/Satgas-19/BPBD/VII/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro untuk pengendalian Penyebaran Covid-19.

Surat edaran tersebut mewajibkan perkantoran untuk kembali membagi kerja karyawan di rumah (WFH) dan di kantor untuk menghindari penyebaran covid-19.

Baca juga: Kewajiban Vaksinasi Covid-19 Bagi Orangtua Urus Anak Masuk SD SMP di Palangkaraya Tidak Diberlakukan

Baca juga: Artis Terjerat Narkoba, Sopir Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Mengaku Sabu dari Artis Lain

Baca juga: Kisah Lansia Terpapar Covid-19 Meninggal di Dalam Taksi Online Usai Ditolak 2 Rumah Sakit

“Surat edaran terhitung berlaku mulai Kamis (8/7/2021) sejak awal ditandatangani dan diterbitkan atau diberlakukan untuk ditindaklanjuti dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 17/2021 serta surat Edaran Gubernur Kalimantan Tengah,” ujar Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin.

Pembatasan kegiatan kerja atau perkantoran, baik dilingkup kementerian/lembaga/daerah BUMN/BUMD/ swasta, diberlakukan menerapkan work from home (WFH) 75 persen dan work from office (WFO) 25 persen. 

Jam buka restoran rumah makan dan kafe untuk makan di tempat dibatasi hanya 25 persen jumlah meja kursi dari yang ada.

Maksimal melayaninya sampai pukul 17.00 WIB, sementara untuk take away dan pesan antar dibatasi sampai pukul 20.00 WIB.

"Saya minta ketentuan yang telah ditetapkan supaya ditaati," ujarnya, Jumat (9/7/2021).

Surat edaran tersebut berlaku sejak tanggal 8 Juli 2021 sampai dengan tanggal 20 Juli 2021.

Setelah itu akan dievaluasi kembali, serta akan dicabut sesuai dengan hasil evaluasi dan perkembangan penyebaran Covid-19 dan lebijakan berikutnya. 

(tribunkalteng.com/faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved