Breaking News:

Narkoba Kalteng

Kasus Narkoba Kalteng Meningkat Tajam Selama Pandemi Covid-19, Begini Penjelasan Kapolda Kalteng

Kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika dalam dua tahun ini sejak pandemi Covid-19 meningkat cukup tajam.

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Dedi Prasetyo saat memaparkan kasus penyalahgunaan narkotika di Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika dalam dua tahun ini sejak pandemi Covid-19 meningkat cukup tajam.

Diduga para bandar narkoba memanfaatkan masa pandemi untuk menggencarkan peredaran barang haram tersebut.

Data Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng, tahun lalu penanganan kasus penyalahgunaan narkoba Januari hingga Juni 2020 mencapai 322.

Sedangkan pada Januari-Juni 2021 kasus yang ditangani 376 kasus, naik 54 kasus atau 16,77 persen.

Baca juga: Forkopimda Kalteng Turun ke Lapangan Tertibkan Disiplin Protokol Kesehatan di Palangkaraya

Baca juga: Wamendag Jerry Sambuaga: Aset Kripto Bukan Alat Pembayaran, Pemain Kripto yang Cerdas Perlu Tahu

Baca juga: Final EURO 2020, Italia Menunggu Pemenang Inggris vs Denmark Usai Kalahkan Spanyol, Skor Akhir 5-3

Jumlah tersangka tahun lalu pada Januari hingga Juni 2020 mencapai 397 orang, sedangkan tahun ini pada periode yang sama Januari hingga Juni 2021 jumlah tersangka 449 orang naik 52 orang atau 13,10 persen.

Demikian juga dengan barang bukti disita polisi pada Januari 2020 hingga Juni 2020, barbuk sabu sebanyak 7.059,09 gram kg.

Sementra pada Januari hingga Juni 2021 hasil sitaan barbuk sabu naik menjadi 8.238,64 gram atau naik 1.179,55 atau 116,71 persen.

Kapolda Kalteng  Irjen Pol Dedi Prasetyo, Kamis (8/7/2021) mengungkapkan, maraknya tindak pidana narkoba terjadi saat pandemi Covid-19, dimana pihak kepolisian dan instansi lainnya lagi sibuknya menangani Covid-19.

"Terjadi peningkatan signifikan kasus narkoba selama Pandemi Covid-19. Pelakunya adalah pemain lama yang memasok barang dari Kalbar maupun dari Kalsel kemudian dibawa ke Kalteng," ucap Kapolda Kalteng.

Lebih jauh, Kapolda Kaltengmengatakan, jalur yang dipakai oleh sindikat pengedar narkoba melalui jalur darat dipasarkan ke Kotawaringin Timur kemudian Palangkaraya.

"Pemain dari Kalsel kebanyakan didistribusikan lewat perusahaan pertambangan untuk daerah pemasaran Kapuas dan Gunungmas, Ini cukup banyak pemasoknya," jelasnya. 

(tribunkalteng.com/faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved