Tadarus Al Quran

Tadarus Al Quran: Amalkan Surah Mumtahanah agar Tidak Ditimpa Kefakiran dan Penyakit Jiwa

Tadarus Al Quran kali ini mengupas Surah Al Mumtahanah yang memiliki keutamaan seperti tidak ditimpa kefakiran dan menghindarkan penyakit jiwa

Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Jateng
Surah Al Mumtahanah, Amalan agar Tidak Ditimpa Kefakiran dan Penyakit Jiwa 

TRIBUNKALTENG.COM - Tadarus Al Quran kali ini mengupas Surah Al Mumtahanah yang memiliki keutamaan  besar seperti tidak ditimpa kefakiran dan menghindarkan penyakit jiwa.

Surah Al Mumtahanah merupakan surah ke-60 yang diturunkan setelah Surat Al Ahzab.

Surah ini menjadi bagian dari surah madaniyah, karena diturunkan di Madinah.

Ada 13 ayat di dalam surah ini. 

Dalam Al Quran, Surah Al Mumtahanah menempati juz 28 tepatnya setelah Surat Al Hasyr.

Baca juga: Tadarus Al Quran: Amalan Surah Al Buruj, Surah Para Nabi yang Sering Dibaca Rasulullah SAW

Baca juga: Tadarus Al Quran: Surah Az Zukhruf, Godaan Harta Berlimpah yang Hanyalah Hiasan Dunia Semata

Baca juga: Tadarus Al Quran: Surah Al Jatsiyah, Pengingat Manusia pada Kehidupan di Hari Akhir

Surah Al Mumtahanah namanya diambil dari bacaan ayat kesepuluh.

Yakni pada lafaz famtahinuuhunna yang berarti maka ujilah mereka.

Pada penyebutannya surah ini lebih disebut Al Mumtahanah (wanita yang diuji).

Selengkapnya simak bacaan Surat Al Mumtahanah lengkap Arab latin dan artinya dalam Bahasa Indonesia.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمۡ أَوۡلِيَآءَ تُلۡقُونَ إِلَيۡهِم بِٱلۡمَوَدَّةِ وَقَدۡ كَفَرُواْ بِمَا جَآءَكُم مِّنَ ٱلۡحَقِّ يُخۡرِجُونَ ٱلرَّسُولَ وَإِيَّاكُمۡ أَن تُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ رَبِّكُمۡ إِن كُنتُمۡ خَرَجۡتُمۡ جِهَٰدٗا فِي سَبِيلِي وَٱبۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِيۚ تُسِرُّونَ إِلَيۡهِم بِٱلۡمَوَدَّةِ وَأَنَا۠ أَعۡلَمُ بِمَآ أَخۡفَيۡتُمۡ وَمَآ أَعۡلَنتُمۡۚ وَمَن يَفۡعَلۡهُ مِنكُمۡ فَقَدۡ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ

Yaa ayyuhaal ladziina aamanuu laa tattakhidzuu 'aduwwii wa'aduwwakum auliyaa a tulquuna ilaihim bil mawaddati wa qad kafaruu bimaa jaa-akum minal haqqi yukhrijuunar rasuula wa iyyaakum an tu`minuu billahi rabbikum in kuntum kharajtum jihaadan fii sabiilii waabtighaa a mardhaatii tusirruuna ilaihim bil mawaddati wa anaa a'lamu bimaa akhfaitum wa maa a'lantum wa man yaf'alhu minkum faqad dhalla sawaa assabiil.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang, padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan Ku dan mencari keridhaan Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus."

إِن يَثۡقَفُوكُمۡ يَكُونُواْ لَكُمۡ أَعۡدَآءٗ وَيَبۡسُطُوٓاْ إِلَيۡكُمۡ أَيۡدِيَهُمۡ وَأَلۡسِنَتَهُم بِٱلسُّوٓءِ وَوَدُّواْ لَوۡ تَكۡفُرُونَ

In yatsqafuukum yakuunuu lakum a'daa an wa yabsuthuu ilaikum aidiyahum wa alsinatahum bissuu i wa wadduu lau takfuruun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved