Breaking News:

Berita Kalteng

Hakim PN Palangkaraya Lakukan Pengecekan Lahan Sengketa di Jalan Hiu Putih, Polisi Amankan Massa

Pengadilan Negeri Palangkaraya, Jumat (2/7/2021) lakukan pengecekan perkara perdata, sengketa lahan di Jalan Hiu Putih Kelurahan Bukit Tunggal Kecamat

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Pihak hakim Pengadilan Negeri Palangkaraya, melakukan pengecekan objak lahan dipersengketakan di Jalan Hiu Putih Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jelanraya Palangkaraya dijaga oleh pihak kepolisian Polresta Palangkara, Jumat (2/7/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pengadilan Negeri Palangkaraya, Jumat (2/7/2021) lakukan pengecekan perkara perdata, sengketa lahan di Jalan Hiu Putih Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekanraya Palangkaraya.

Pihak penggugat, yakni, Suratno, Dilar, Suparno , memiliki sertifikat pada lahan seluas empat kavling yang masing-masing kavling 20 meter x 40 meter atau luasan lahan keseluruhan mencapai 60 meter x 80 meter.

Luasan lahan tersebut diklaim dimiliki oleh Medie G Sius yang memiliki surat varklaring nomor 23/1960.

Saat pihak hakim pengadilan negeri Palangkaraya, melakukan pengecekkan lokasi lahan yang menjadi sengketa  di Jalan Hiu Putih tersebut, mendapat pengamanan sejumlah pihak kepolisian dari Polresta Palangkaraya, karena banyaknya warga yang datang ke lokasi tersebut.

Baca juga: Senin Ini Kalteng Mulai Berlakukan Penyekatan Perbatasan Jalur Darat, Pos Perbatasan Mulai Disiapkan

Baca juga: 25 Anggota Polres Kapuas Dapat Penghargaan Kenaikan Pangkat pada Momen HUT ke-75 Bhayangkara

Baca juga: Komplotan Pencuri Lintas Kabupaten di Kalimantan Tengah Diringkus Tim Polisi Gabungan Kalteng

Kasat Sabhara Polresta Palangkaraya, AKP Gatoot Sisworo, yang berada di TKP mengatakan, pihaknya menurunkan sejumlah petugas dari Polresta Palangkaraya, karena saat acara pengecekkan lahan yang bermasalah tersebut dihadiri banyak orang.

"Kami menjaga keamanan dalam kegiatan proses pengadilan oleh jaksa pengadilan negeri tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Medie G Sius, sebagai tergugat, mengungkapkan, lahan milik penggugat bukan di Jalan Hiu Putih, tetapi di Jalan Arwana.

"Lahan ini milik kami dan dipelihara, mereka tiba-tiba saja mengkavling lahan dan membuat sertifikat di atas tanah kami, padahal kami juga memiliki surat varklaring yang juga sah," ujarnya.

Sementara itu, Men Gumpul, Kuasa Pendamping pihak penggugat, Suratno, Dilar, Suparno  selaku pemilik SHM, SPT Sertipikat di Jalan Hiu Putih dan di Jalan Badak, mengatakan, pihaknya sangat optimistis gugatan ke pengadilan akan menang karena kliennya sebagai pemilik sertifikat.

"Pemilik lahan di samping lahan yang dipermasalahkan orangnya jelas dan memiliki sertifikat yang sama. Dulu saat klien kami mengurus lahan itu nama jalannya masih Arwana, sekarang nama jalannya berubah menjadi jalan Hiu Putih, lahan itu adalah lahan pembagian dari pemko Palangkaraya untuk pemko dan pemprov," ujar Men Gumpul.

(tribunkalteng.com/faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved