Tadarus Al Quran

Tadarus Al Quran: Surah An Naba, Gambaran Ketika Manusia Berhamburan Ketakutan Saat Kiamat Tiba

Surah An Naba' dalam Tadarus Al Quran hari ini mengupas tentang tibanya hari kiamat, ketika manusia berhamburan ketakutan

Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Jateng
Ilustrasi surah An Naba dalam tadarus Al Quran yang menggambarkan ketika manusia berhamburan ketakutan saat kiamat datang 

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

Wabanainaa fauqokum sab'ang syidaadaa.

"Dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kokoh."

وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا

Waja'alnaa siroojaw wahhaajaa.

"Dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari)."

وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا

Wa angzalnaa minal mu'shirooti maa-ang tsajjaajaa.

"Dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya."

لِّنُخْرِجَ بِهٖۦ حَبًّا وَنَبَاتًا

Linukhrija bihii habbaw wanabaataa.

"Untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman."

وَجَنّٰتٍ أَلْفَافًا

Wajannaatin alfaafaa.

"Dan kebun-kebun yang rindang."

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيْقٰتًا

Inna yaumal fashli kaana miiqootaa.

"Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan."

يَوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ أَفْوَاجًا

Yauma yungfakhu fish shuuri fata'tuuna afwaajaa.

"Yaitu pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong."

وَفُتِحَتِ السَّمَآءُ فَكَانَتْ أَبْوٰبًا

Wafutihatis samaa-u fakaanat abwaabaa.

"Dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu."

وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا

Wasuyyirotil jibaalu fakaanat saroobaa.

Dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana."

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا

Inna jahannama kaanat mirshoodaa.

"Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka)."

لِّلطّٰغِيْنَ مَـأٰبًا

Liththooghiina ma-aabaa.

"Menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas."

لّٰبِثِيْنَ فِيْهَآ أَحْقَابًا

Laabitsiina fiihaa ahqoobaa.

"Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama."

لَّا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا

Laa yadzuuquuna fiihaa bardaw walaa syaroobaa.

"Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan (pula mendapat) minuman."

إِلَّا حَمِيْمًا وَغَسَّاقًا

illaa hamiimaw waghossaaqoo.

"Selain air yang mendidih dan nanah."

جَزَآءً وِفَاقًا

Jazaa-aw wifaaqoo.

"Sebagai pembalasan yang setimpal."

إِنَّهُمْ كَانُوا۟ لَا يَرْجُوْنَ حِسَابًا

Innahum kaanuu laa yarjuuna hisaabaa.

"Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan penghitungan."

وَكَذَّبُوا۟ بِـأٰيٰتِنَا كِذَّابًا

Wakadzdzabuu bi-aayaatinaa kidzdzaabaa.

"Dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami."

وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنٰهُ كِتٰبًا

Wakulla syai-in ahshoinaahu kitaabaa.

"Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab (buku catatan amalan manusia)."

فَذُوْقُوا۟ فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا

Fadzuuquu falan naziidakum illaa 'adzaabaa.

"Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab."

إِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًا

Inna lil muttaqiina mafaazaa.

"Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan."

حَدَآئِقَ وَأَعْنٰبًا

Hadaa-iqo wa a'naabaa.

"Yaitu kebun-kebun dan buah anggur."

وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا

Wakawaa'iba atroobaa.

"Dan gadis-gadis cantik yang sebaya."

وَكَأْسًا دِهَاقًا

Waka'san dihaaqoo.

"Dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)."

لَّا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَلَا كِذّٰبًا

Laa yasma'uuna fiihaa laghwaw walaa kidzdzaabaa.

"Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan) dusta."

جَزَآءً مِّنْ رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابًا

Jazaa-am mirrobbika 'athoo-an hisaabaa.

"Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu."

رَّبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمٰنِ ۖ لَا يَمْلِكُوْنَ مِنْهُ خِطَابًا

Robbis samaawaati wal ardhi wamaa bainahumar rohmaan, laa yamlikuuna minhu khithoobaa.

"Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia."

يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَالْمَلٰٓئِكَةُ صَفًّا ۖ لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا

Yauma yaquumur ruuhu wal malaa-ikatu shoffaa, laa yatakallamuuna illaa man adzina lahur rohmaanu waqoola showaabaa.

"Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar."

ذٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ ۖ فَمَنْ شَآءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مَـأٰبًا

Dzaalikal yaumul haq, famang syaa-at takhodza ilaa robbihii ma-aabaa.

"Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya."

إِنَّآ أَنْذَرْنٰكُمْ عَذَابًا قَرِيْبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُوْلُ الْكَافِرُ يٰلَيْتَنِى كُنْتُ تُرٰبًۢا

Innaa angdzarnaakum 'adzaabang qoriibay yauma yangdzurul mar-umaa qoddamat yadaahu wayaquulul kaafiru yaalaitanii kuntu turoobaa.

"Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, 'alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.'"

Baca juga: Tadarus Al Quran: Surah Al Jinn, Ketika Makhluk Halus pun Mengakui Kebesaran Allah SWT

Baca juga: Tadarus Al Quran: Surah Abasa, Pembuktian Bahwa Al Quran Bukan Karangan Nabi Muhammad SAW

Dari terjemahan Surah An Naba, berisi tentang keadaan hari kiamat.

Dijelaskannya bahwa pada hari kiamat nanti alam semesta akan hancur, sengkakala ditiupkan dan manusia berhamburan ketakutan.

Selanjutnya dijelaskan tentang neraka jahanam bagi pendosa dan surga bagi manusia yang bertakwa kepada Allah SWT. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved