Breaking News:

Berita Kalteng

Pemilik Depot Air Minum Isi Ulang di Kapuas Diamankan Polisi, Ini Ternyata Sebabnya

Pemilik depot air minum isi ulang di Palingkau Baru Kapuas, diamankan polisi atas laporan pihak pemegang merek resmi air kemasan Prof

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Syaiful Akhyar
Polres Kapuas
Anggota Satreskrim Polres Kapuas menunjukkan sejumlah barang bukti berupa galon dan lainnya 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Lelaki berinisial SR (49) hanya bisa pasrah menjalani proses penyidikan Satreskrim Polres Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ia adalah pemilik depot air minum isi ulang di Jalan Pemuda Kilometer 24, Kelurahan Palingkau Baru, Kecamatan Kapuas Murung.

SR diamankan polisi karena usaha yang dilakoninya dilaporkan pihak perusahaan air minum isi ulang merek dagang terdaftar.

"Pelaku diamankan terkait laporan pihak PT Bandangantirta Agung selaku pemilik merek dagang Prof (air minum kemasan) yang merasa dirugikan," kata Kasat Reskrim Polres Kapuas, AKP Kristanto Situmeang, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Bantu Pemasaran Produk UMKM Kalteng, Pemprov Kalteng Bersama BI Luncurkan Web BelanjaKalteng.com

Baca juga: Vaksinasi Massal Covid-19 Digelar Polda Kalteng dan Polres di Kabupaten Kota Se-Kalteng

Baca juga: Petugas Satlantas Palangkaraya Ingatkan Sopir Travel Taat Aturan Lalu Lintas dan Protokol Kesehatan

Dimana, lanjutnya, pelaku SR diduga telah memproduksi atau menjual dan mendistribusikan galon yang berisikan air minum isi ulang skala terbilang cukup besar dengan menggunakan galon merk prof.

"Berdasarkan laporan pemilik merek yang sah itulah kami melakukan proses penyelidikan. Pelaku pun kami amankan di depot air minum isi ulang miliknya," bebernya.

Dijelaskannya lagi, pelaku ini melakukan usaha pengisian air minum isi ulang biasa, tetapi menggunakan galon atau kemasan merk Prof dan didistribusikan ke warung-warung dalam jumlah banyak.

Sedangkan, normalnya usaha isi ulang air itukan hanya pelanggan datang ke depot untuk membeli air, dan itu langsung diambil dan ditunggu galonnya.

"Tetapi pelaku ini memproduksi banyak dulu baru diecerkan ke beberapa tempat di sekitar Palingkau dan Kapuas. Menggunakan galon prof untuk usaha dan didistribusikan," ujarnya.

Ditanya berapa banyak pelaku memproduksi, disebutkan sudah lumayan banyak dalam hitungan tahunan.

"Per hari bisa sekitar 500 galon. Ini sudah sangat besar sekali dan pemilik resmi merasa dirugikan," tandasnya.

Pelaku diamankan beserta sejumlah barang bukti. Diantaranya satu set alat mesin isi ulang air, beserta ratusan galon merk prof yang distok pelaku untuk dijual serta barang bukti lainnya.

"Pelaku akan dikenakan UU nomor 2 tahun 2016 tentang merk dan indikasi geografis Pasal 100 ayat 1 dengan ancaman 4 tahun penjara," pungkasnya.

(tribunkalteng.com/Fadly SR)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved