Breaking News:

Berita Palangkaraya

News Video: Vaksinasi Massal di Kalteng, Ibu Ini Ingin Divaksin Covid-19 untuk Mengurus Sekolah Anak

News video: Vaksinasi massal di Kalteng, untuk bisa mengurus sekolah anak, ibu ini rela antre vaksin covid-19 di Mapolda Kalteng

Penulis: Fathurahman | Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Faturahman
Suwati, salah seorang warga Palangkaraya yang ikut vaksinasi massal di Kalteng yang diadakan di Mapolda Kalteng agar dapat mengurus sekolah anak 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - News video: Vaksinasi massal di Kalteng, untuk bisa mengurus sekolah anak, ibu ini rela antre vaksin covid-19 di Mapolda Kalteng.  

Adalah Suwati, si ibu itu yang berniat mengikuti vaksinasi massal guna mendapatkan sertifikat telah divaksin covid-19.

Suwati mengaku selain demi kesehatan, dia rel datang sejak pagi untuk divaksin, karena mendapat informasi untuk bisa mengurus  masuk sekolah salah satu syaratnya adalah menjalani vaksinasi.

Sebagai bukti harus melampirkan sertifikat sudah menjalani vaksinasi.

Ibu 2 anak ini adalah salah satu warga Palangkaraya yang rela datang sejak pagi untuk divaksinasi lewat program vaksinasi massal yang berlangsung hingga hari ini, Rabu (23/6/2021).

Selain di Mapolda Kalteng, vaksinasi massal juga digelar di pusat pelayanan kesehatan maupun tempat-tempat lain yang dilakukan oleh lembaga tertentu yang ada di Ibu Kota Kalimantan Tengah.

Suwati mengaku, dia harus memiliki sertifikat vaksinasi untuk mengurus anaknya yang ingin masuk sekolah.

"Bulan Juli 2021 ini kan direncana sekolah tatap muka sehingga saya dengar untuk mengurus anak sekolah salah satu orang tuanya wajib divaksin, jadi saya ikut program vaksinasi," ujarnya.

Suwati menyatakan, sudah sangat senang jika Bulan Juli 2021 mendatang anak-anak sudah kembali bisa belajar tatap muka di sekolah, karena sudah hampir dua tahun belajar di rumah lewat media daring.

"Saya lebih suka anak-anak belajar di sekolah," ujarnya.

Dia mengatakan, ketika belajar daring biaya yang dikeluarkan untuk anak sekolah menjadi double, karena selain untuk biaya sekolah yang biasa.

"Saya juga  harus menyediakan  dana tambahan untuk anak kursus atau les, pulsa data, karena anak-anak sering tidak bisa konsentrasi saat belajar daring , jadi perlu ada tambahan les privat," ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved