Breaking News:

Berita Kalteng

Upaya Percepatan Vaksinasi Kalteng, Mahasiswa Ingin Kuliah Wajib Tunjukkan Kartu Vaksinasi Covid-19

Dalam upaya percepatan vaksinasi Covid-19 di Kalteng, mahasiswa yang mau kuliah di Kalteng bakal diwajibkan menunjukkan bukti kartu vaksinasi Covid-19

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kalteng juga dilakukan di lingkungan sekolah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Dalam upaya percepatan vaksinasi Covid-19 di Kalteng, mahasiswa yang ingin kuliah di Kalteng bakal diwajibkan menunjukkan bukti kartu vaksinasi Covid-19.

Langkah ini merupakan salah satu strategi Pemprov Kalteng bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam upaya menggenjot percepatan vaksinasi Covid-19 di Kalteng.

Pemprov Kalteng terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 sebagai upaya menambah imunitas warganya menangkal penularan virus corona.

Dalam rapat bersama percepatan vaksinasi Covid-19 bagi warga Kalteng, Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran memaparkan rencananya.

Beberapa strategi percepatan antara lain melibatkan Dinas Pendidikan terutama mobilisasi sasaran Wali Kelas.

Kemudian melibatkan perguruan tinggi untuk mobilisasi sasaran mahasiswa berusia 18 tahun ke atas agar menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19 sebagai persyaratan mengikuti perkuliahan.

Baca juga: Dua Warga Sampit Tewas Kena Sambaran Petir Saat Berteduh di Pondok Kebun Baamang Kalteng, 4 Selamat

Baca juga: Pekerja Wiraswasta di Sampit Ini Terjerat Kasus Narkoba, Simpan 3 Paket Sabu Dalam Kamar

Baca juga: Wali Kota Palangkaraya Siapkan Lahan Produktif Lewat Program PTSL, Relokasi Permukiman Kawasan Kumuh

Bukan hanya itu, juga melibatkan Dinas Sosial melalui PKH untuk mobilisasi sasaran penerima batuan sosial.

Selanjutnya juga melibatkan Samsat atau Bapenda untuk perpanjangan SIM/STNK dengan menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19.

Melibatkan Dinas Perhubungan, pelaku perjalanan wajib menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19 selain swab antigen.

"Melibatkan lurah, kepala desa, camat untuk menyiapkan tempat vaksinasi Covid-19. Juga melibatkan RT RW dan tokoh agama untuk memobilisasi warga atau jemaahnya," jelas Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

Selain itu, juga memperbanyak pusat-pusat vaksinasi Covid-19 selain Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik. 

Sweeping berbasis RT, pemilihan waktu vaksinasi Covid-19 (pagi,siang,malam), pemberian hadiah bagi peserta vaksinasi melalui undian.

Pemberian reward bagi vaksinator yang dapat mencapai target sampai 31 Oktober 2021 termasuk bagi kabupaten maupun kota.

"Sosiaslisasi secara masif untuk menangkal hoaks seputar vaksin dan sistem “jemput bola”  juga harus terus digencarkan," pungkasnya. 

(tribunkalteng.com/faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved