Breaking News:

Kriminalitas Kalteng

Gelapkan Unit Dumtruk, Oknum Buruh Perusahaan di Kecamatan Mentaya Hulu Kotim Diciduk Polisi

Diduga gelapkan dumtruk, YK alias Karmel, seorang buruh perusahaan dari PT KRL di Kuala Kuayan Estate Kecamatan Mentaya Hulu, Kotim diamankan polisi.

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
Polsek Mentaya Hulu
Tersangka kasus penggelapan dump truk, YK, saat diamankan polisi bersama barbuk sejumlah uang hasil penjualan dump truk. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Diduga gelapkan dumtruk, YK alias Karmel, seorang buruh perusahaan dari PT KRL di Kuala Kuayan Estate Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotim diamankan polisi, Jumat (18/6/2021).

Informasi terhimpun, ada dua pelaku atau karyawan dari perusahaan diduga melakukan tindak pidana penggelapan.

Pelaku lainnya dikabarkan masuk kabur dalam pencarian kepolisian setempat.

Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, melalui, Kapolsek Mentaya Hulu, Ipda Suwardi, membenarkan pihaknya sedang menangani kasus penggelapan dua unit dumtruk.

Baca juga: Mes Karyawan PT Palmas Project Engineering Sampit Terbakar, Sempat Terdengar Bunyi Ledakan Kecil

Baca juga: Berapa Kurs Bitcoin Hari Ini? Cara Singkat Investasi Bitcoin dan 13 Pedagang Aset Kripto Resmi

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 18 Juni 2021, Leo Teruslah Melangkah Pisces Perlu Nasihat Orang Dekat

Kasus penggelapan dumtruk itu atas laporan, M Rafii Saragih (30) karyawan swasta yang tinggal di Jalan Punta Dewa RT.09 RW.01 Desa Pangkalan Dewa Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten,  Kotawaringin Barat, Kalteng.

Kronologis kejadian, Sabtu  ( 29/5/2021) sekitar pukul 11.00 Wib di PT KRL Kuala Kuayan Estate, Mentaya Hulu, korban tenerima telepon dari orangtua yang memberitahukan ada dua 2 dumtruk dibawa kabur tersangka

"Dum Truck Nopol KH 8343 GN merek Mistshubishi warna kuning atas nama CV Bahari yang disupiri saudara Karmel dan Nopol KH 8370 GO merek Hino Dutro warna Hijau atas nama Evi kurniawati  disopiri saudara Roni, tidak pulang ke mess, telepon selularnya tidak bisa dihubungi sampai," ujarnya.

Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga Rp.600.000.000, kemudian korban melaporkan kepada pihak kepolisian, Senin (31/ 5/ 2021) dalam upaya penyidikan lebih lanjut dan berdasarkan hasil penyidikan ternyata truk tersebut dijual oleh saudara Karmel.

"Saat ini tersangka dan barbuk uang hasil penjualan truk Rp 9,8 juta sudah diamankan," pungkasnya.

(tribunkalteng.com/ faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved