Breaking News:

Doa dan Amalan

Tata Cara Sholat Istikharah, Niat dan Doa Istikharah Bagi Orang yang Sedang Galau Tentukan Pilihan

Berikut tata cara Sholat Istikharah disertai niat dan Doa Istikharah yang bisa menjadi pedoman bagi orang yang sedang galau menentukan pilihan

Editor: Dwi Sudarlan
ummi-online.com
Ilustrasi Sholat Istikharah 

TRIBUNKALTENG.COM - Berikut tata cara Sholat Istikharah disertai niat dan Doa Istikharah yang bisa menjadi pedoman bagi orang yang sedang galau menentukan pilihan.

Tata cara Sholat Istikharah merupakan sholat dua rakaat untuk memohon kepada Allah tentang ketentuan pilihan yang lebih baik di antara dua hal yang belum dapat ditentukan baik buruknya.

Dengan mengerjakan sesuai tata cara Sholat Istikharah yang benar, Insya Allah ada petunjuk dari Allah SWT terhadap suatu pilihan.

Sholat Istikharah ini sebaiknya dikerjakan apabila seseorang berhajat dan bercita-cita mengerjakan sesuatu maksud, sedang ragu-ragu dalam pekerjaan, termasuk memutuskan calon pasangan berumah tangga. 

Baca juga: Sholawat Munjiyat atau Sholawat Penyelamat, Permohonan Pertolongan kepada Allah SWT

Baca juga: Sholat Sunnah Setara 360 Sedekah, Berikut Keutamaan dan Doa Setelah Sholat Dhuha

Baca juga: 8 Keutamaan Sholawat Al Fatih, Amalan Pembuka Pintu Surga dan Bahagia Dunia Akhirat

Maka untuk memilih salah satu dari dua hal, diteruskan atau tidak, disunahkan untuk melakukan Sholat Istikharah dua rakaat.

Sholat istikharah waktu pelaksanaannya lebih utama jika dikerjakan seperti sholat tahajud, yakni di malam hari.

Selesai shalat dengan sempurna kemudian berdoa dengan doa istikharah dan sesudah berdoa hendaklah memilih dalam hati, mana yang cenderung di hati antara dua hal itu, berikut bacaan doanya:

“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub.

Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.

Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved