Breaking News:

Tadarus Al Quran

Tadarus Al Quran: Surah Al Mursalat Insya Allah Jauhkan Diri dari Syirik dan Kesyirikan

Mengamalkan Surah Al Mursalat secara istiqomah semata demi Allah SWT antara lain insya Allah dijauhkan dari syirik dan kesyirikan

Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Jateng
Ilustrasi Surah Al Mursalat 

فَإِذَا ٱلنُّجُومُ طُمِسَتۡ

Fa idzaannujuumu thumisat.

"Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan."

وَإِذَا ٱلسَّمَآءُ فُرِجَتۡ

Wa idzaassamaa u furijat.

"Dan apabila langit telah dibelah."

وَإِذَا ٱلۡجِبَالُ نُسِفَتۡ

Wa idzaal jibaalu nusifat.

"Dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu."

وَإِذَا ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ

Wa idzaarrusulu uqqitat.

"Dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)."

لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ

Li ayyi yaumin ujjilat.

"Niscaya dikatakan kepada mereka, sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?"

لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ

Liyaumil fashl.

"Sampai hari keputusan."

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِ

Wa maa adraaka maa yaumul fashl.

"Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu?"

وَيۡلٌ يَوۡمَئِذٍ لِّلۡمُكَذِّبِينَ

Wailun yauma idzil lilmukadz dzibiin.

"Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."

أَلَمۡ نُهۡلِكِ ٱلۡأَوَّلِينَ

Alam nuhlikil awwaliin.

"Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu?"

ثُمَّ نُتۡبِعُهُمُ ٱلۡأٓخِرِينَ

Tsumma nutbi'uhumul aakhiriin.

"Lalu Kami iringkan (azab Kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian."

كَذَٰلِكَ نَفۡعَلُ بِٱلۡمُجۡرِمِينَ

Kadzaalika naf'alu bil mujrimiin.

"Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa."

وَيۡلٌ يَوۡمَئِذٍ لِّلۡمُكَذِّبِينَ

Wailun yauma idzil lilmukadz dzibiin.

"Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."

أَلَمۡ نَخۡلُقكُّم مِّن مَّآءٍ مَّهِينٍ

Alam nakhluqkum min maa in mahiin.

"Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina."

فَجَعَلۡنَٰهُ فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ

Fa ja'alnaahu fii qaraarin makiin.

"Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim)."

إِلَىٰ قَدَرٍ مَّعۡلُومٍ

Ilaa qadarin ma'luum.

"Sampai waktu yang ditentukan."

فَقَدَرۡنَا فَنِعۡمَ ٱلۡقَٰدِرُونَ

Fa qadarnaa fani'mal qaadiruun.

"Lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan."

وَيۡلٍ يَوۡمَئِذٍ لِّلۡمُكَذِّبِينَ

Wailun yauma idzil lilmukadz dzibiin.

"Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."

أَلَمۡ نَجۡعَلِ ٱلۡأَرۡضَ كِفَاتًا

Alam naj'alil ardha kifaataa.

"Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul."

أَحۡيَآءٗ وَأَمۡوَٰتٗا

Ahyaa an wa amwaataa.

"Orang-orang hidup dan orang-orang mati."

وَجَعَلۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ شَٰمِخَٰتٍ وَأَسۡقَيۡنَٰكُم مَّآءٗ فُرَاتٗا

Wa ja'alnaa fiihaa rawaasiya syaamikhaatin wa asqainaakum maa an furaataa.

"Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar?"

وَيۡلٌ يَوۡمَئِذٍ لِّلۡمُكَذِّبِينَ

Wailun yauma idzil lilmukadz dzibiin.

"Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."

ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ مَا كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ

Anthaliquu ilaa maa kuntum bihi tukadz dzibuun.

"Dikatakan kepada mereka pada hari kiamat, pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya."

ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ ظِلٍّ ذِي ثَلَٰثِ شُعَبٍ

Anthaliquu ila zhillin dzii tsalaatsi syu'abin.

"Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang."

لَّا ظَلِيلٍ وَلَا يُغۡنِي مِنَ ٱللَّهَبِ

Laa zhaliilin walaa yughnii minallahab.

"Yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka."

إِنَّهَا تَرۡمِي بِشَرَرٍ كَٱلۡقَصۡرِ

Innahaa tarmii bisyararin kal qashr.

"Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana."

كَأَنَّهُۥ جِمَٰلَتٌ صُفۡرٌ

Ka annahu jimaalatun shufrun.

"Seolah-olah ia iringan unta yang kuning."

وَيۡلٌ يَوۡمَئِذٍ لِّلۡمُكَذِّبِينَ

Wailun yauma idzil lilmukadz dzibiin.

"Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."

هَٰذَا يَوۡمُ لَا يَنطِقُونَ

Haadzaa yaumu laa yanthiquun.

"Ini adalah hari, yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu)."

وَلَا يُؤۡذَنُ لَهُمۡ فَيَعۡتَذِرُونَ

Wa laa yu'dzanu lahum faya'tadziruun.

"Dan tidak diizinkan kepada mereka minta uzur sehingga mereka (dapat) minta uzur."

وَيۡلٌ يَوۡمَئِذٍ لِّلۡمُكَذِّبِينَ

Wailun yauma idzil lilmukadz dzibiin.

"Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."

هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِۖ جَمَعۡنَٰكُمۡ وَٱلۡأَوَّلِينَ

Haadzaa yaumul fashli jama'naakum wal au waliin.

"Ini adalah hari keputusan, pada hari ini Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang terdahulu."

فَإِن كَانَ لَكُمۡ كَيۡدٌ فَكِيدُونِ

Fa in kaana lakum kaidun fakiiduun.

"Jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadap Ku."

وَيۡلٌ يَوۡمَئِذٍ لِّلۡمُكَذِّبِينَ

Wailun yauma idzil lilmukadz dzibiin.

"Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."

إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي ظِلَٰلٍ وَعُيُونٍ

Innal muttaqiina fii zhilalin wa'uyuun.

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air."

وَفَوَٰكِهَ مِمَّا يَشۡتَهُونَ

Wa fawaakiha mimmaa yasytahuun.

"Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini."

كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ هَنِيٓ‍َٔۢا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Kuluu waasyrabuu hanii-an bimaa kuntum ta'maluun.

Dikatakan kepada mereka, makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan."

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Innaa kadzaalika najziil muhsiniin.

"Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik."

وَيۡلٌ يَوۡمَئِذٍ لِّلۡمُكَذِّبِينَ

Wailun yauma idzil lilmukadz dzibiin.

"Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."

كُلُواْ وَتَمَتَّعُواْ قَلِيلًا إِنَّكُم مُّجۡرِمُونَ

Kuluu watamatta'uu qaliilaa innakum mujrimuun.

Dikatakan kepada orang-orang kafir, makanlah dan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa."

وَيۡلٌ يَوۡمَئِذٍ لِّلۡمُكَذِّبِينَ

Wailun yauma idzil lilmukadz dzibiin.

"Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱرۡكَعُواْ لَا يَرۡكَعُونَ

Wa idzaa qiila lahumuurka'uu laa yarka'uun.

"Dan apabila dikatakan kepada mereka, rukuklah, niscaya mereka tidak mau ruku'.

وَيۡلٌ يَوۡمَئِذٍ لِّلۡمُكَذِّبِينَ

Wailun yauma idzil lilmukadz dzibiin.

"Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."

فَبِأَيِّ حَدِيثِۢ بَعۡدَهُۥ يُؤۡمِنُونَ

Fa biayyi hadiitsin ba'dahu yu'minuun.

"Maka kepada perkataan apakah selain Alquran ini mereka akan beriman?"

Baca juga: Bacaan Sholawat Burdah Imam Al-Bushiri yang Dikarang pada Tahun 610-695 Hijriah Lengkap Artinya

Baca juga: Kumpulan Doa dan Dzikir Pagi Hari yang Diajarkan Rasulullah untuk Membuka Pintu Rezeki

Keutamaan Surah Al Mursalat atau Manfaat Surah Al Mursalat

Disarikan dari beberapa sumber, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh bila mengamalkan surah Al Mursalat secara istiqomah.

Di antaranya adalah dijauhkan dari kesyirikan.

Oleh karena itu, jika ingin dijauhkan dan dibebaskan dari syirik dan kesyirikan, hendaknya memperbanyak membaca surah Al Mursalat.

Hal ini berdasarkan riwayat yang disebutkan oleh Muhammad bin Abdul Wahid Al-Ghafiqi dalam kitab Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar berikut;

عن ابي قال : قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم: من قرأ سورة والمرسلات كتب انه ليس من المشركين

Dari Ubay bin Ka’ab, dia berkata; Rasulullah Saw berkata kepadaku, ‘Barangsiapa membaca surah ‘wal mursalat’, maka dia dicatat bukan bagian dari orang-orang musyrik.

Juga berdasarkah riwayat berikut;

عن النبي صلى الله عليه وسلم: من قرأ سورة والمرسلات برئ من الشرك

Dari Nabi Saw; Barangsiapa membaca surah ‘wal mursalat’, maka dia terbebas dari kesyirikan.

Selain itu, terdapat anjuran dan amalan khusus ketika seseorang selesai membaca surah Al-Mursalat.

Yaitu dia dianjurkan untuk membaca ‘amantu billahi wa bimaa anzala’. Ini berdasarkan riwayat yang disebutkan dalam Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar berikut;

عن ابي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم انه قال: اذا ختم احدكم والمرسلات عرفا فليقل امنت بالله وبما انزل

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw bersabda; Jika salah seorang dari kalian telah khatam membaca ‘wal mursalati ‘urfa’, maka hendaknya dia mengatakan ‘amantu billahi wa bimaa anzala (saya beriman kepada Allah dan kepada apa yang Dia turunkan)’. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved