Berita Nasional

Tak Puas Vonis Kasus Kerumunan di Petamburan, Rizieq Shihab Ajukan Banding

Muhammad Rizieq Shihab mengajukan banding atas vonis majelis hakim PN Jaktim terkait kasus kerumunan di Petamburan

Editor: Anjar
Tribunnews/Rizki Sandi
Habib Rizieq Shihah (kiri) dan menantunya duduk di kursi terdakwa kasus swast tes di RS Ummi Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/6/2021) 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Muhammad Rizieq Shihab mengajukan banding atas vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur ( PN Jaktim) terkait kasus kerumunan di Petamburan beberapa waktu lalu.

Banding akan diajukan Rizieq Shihab melalui tim kuasa hukumnya. Hal ini disampaikan salah satu anggota tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar.

"Sudah (mengajukan banding). Kemarin sudah. Sudah ada tanda terimanya. Tinggal kami nanti siapkan memori banding untuk kasus Petamburan," kata Aziz di depan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (3/6/2021).

Banding hanya diajukan pada vonis kasus di Petamburan. Sedangkan atas vonis dalam kasus kerumunan massa di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rizieq Shihab tidak mengajukan banding.

Baca juga: Pemerintah Indonesia Putuskan Tak Berangkatkan Haji 2021, Menag: Demi Keselamatan Jemaah

Baca juga: Nikita Mirzani Siap Lepas Masa Lajang Tahun Ini, Mau Gelar Pesta 7 Hari 7 Malam

"Alasannya nebis in idem. Kejadian di Megamendung dan Petamburan selisih satu hari," kata Aziz.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) juga mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap Rizieq Shihab dalam kasus Petamburan dan Megamendung.

Hal ini dikonfirmasi Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Alex Adam Faisal.

"Pada Jumat (28/5/2021), jaksa penuntut umum menyatakan banding terhadap perkara nomor 221, 222, dan 226," kata Alex saat dikonfirmasi, Senin lalu.

Perkara nomor 221 adalah kasus kerumunan di Petamburan dengan terdakwa Rizieq.

Perkara nomor 222 adalah kasus kerumunan Petamburan dengan lima terdakwa, yakni Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus alias Idrus Al-Habsyi, dan Maman Suryadi.

Sementara itu, perkara nomor 226 adalah kasus Megamendung dengan terdakwa Rizieq.
Dalam kasus Petamburan, Rizieq divonis delapan bulan penjara.

Habib Rizieq Shihah (kiri) dan menantunya duduk di kursi terdakwa kasus swast tes di RS Ummi Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/6/2021)
Habib Rizieq Shihah (kiri) dan menantunya duduk di kursi terdakwa kasus swast tes di RS Ummi Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/6/2021) (Tribunnews/Rizki Sandi)

Hukuman yang sama juga dijatuhkan terhadap lima terdakwa, yakni Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus alias Idrus Al-Habsyi, dan Maman Suryadi, yang menjadi panitia acara Maulid Nabi di Petamburan.

Hukuman itu lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa, yakni dua tahun penjara.

Selain tuntutan pidana penjara, jaksa meminta majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan terhadap Rizieq berupa pencabutan hak memegang jabatan pada umumnya atau jabatan tertentu.

Sementara dalam kasus Megamendung, majelis hakim menjatuhkan vonis denda Rp 20 juta terhadap Rizieq. Jika tidak dibayar, Rizieq akan dihukum pidana penjara lima bulan.

Vonis Rizieq itu juga lebih ringan dari tuntutan yang diajukan jaksa yang menuntut eks pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu dengan pidana penjara 10 bulan dan denda Rp 50 juta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rizieq Shihab Ajukan Banding atas Vonis Kasus Kerumunan di Petamburan"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved