Breaking News:

Kapal Selam KRI Nanggala-42 Terkubur Selamanya di Kawah Raksasa, Evakuasi Distop, Sisakan Misteri

Kapal Selam KRI Nanggala-42 dipastikan terkubur selamanya di kawah raksasa perairan Bali setelah evakusai distop meski masih menyisakan misteri

Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Medan/Facebook
Foto dokumen saat anak buah kapal (ABK) saat sholat di atas Kapal Selam KRI Nanggala-402 

Kawah Raksasa yang Tidak Bisa Ditembus Kapal China

Dalam proses pengangkatan, kapal China Tan Soe Er Hao-2 menemukan kawah raksasa berdiameter 38 meter dan kedalaman hingga 15 meter yang diduga jadi tempat badan (pressure hull) KRI Nanggala-402 yang hingga kini belum ditemukan tim TNI AL dibantu tiga kapal China.

Tim evakuasi baru menemukan bagian haluan, anjungan, dan buritan KRI Nanggala-402 di kedalaman 838 meter yang sudah dinyatakan berstatus eternal patrol.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada II) Laksda TNI Iwan Isnurwanto mengatakan, dugaan sementara badan kapal KRI Nanggala-402 berada di sebuah kawah dengan diameter 38 meter dengan kedalaman kurang lebih 10-15 meter.

 Kawah itu berada di titik 07 derajat, 48 menit 56,6 detik selatan dan 114 derajat, 51 menit 20,6 derajat timur perairan Bali utara dimana bagian lain dari kapal KRI Nanggala-402 ditemukan.

Kendati begitu, pihaknya belum bisa memastikan di mana titik badan kapal buatan Jerman tersebut.

"Lokasi badan kapal secara pasti belum dapat digambarkan, kami hanya memperkirakan saja saat ini. Mungkin posisinya ada di kawah tersebut, di crater yang berdiameter 38 meter, dengan kedalaman kurang dari 10-15 meter," kata Iwan dalam konferensi pers di Lanal Bali yang disiarkan langsung di YouTube TNI AL, Selasa (18/5/2021).

Iwan menyebut, Tim Investigasi China sejauh ini belum mengatahui secara detail kondisi kawah yang berhasil dideteksi itu.

Hal itu disebabkan karana kondisi dasar laut yang gelap dan alat scan side sonar milik China belum mampu mendeteksi dengan jelas kawah tersebut.

"Kita sampai sekarang belum tahu (kawah) dan juga kami sampaikan ini adalah lumpur. Sehingga banyak di sini, di lumpur ada tonjolan-tonjolan ini bisa mungkin dia (badan kapal) tertimbun oleh ini lumpur badan tekannya tapi saat ini pun menggunakan sonar belum bisa mendeteksi logam," tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved