Breaking News:

Kapal Selam KRI Nanggala-42 Terkubur Selamanya di Kawah Raksasa, Evakuasi Distop, Sisakan Misteri

Kapal Selam KRI Nanggala-42 dipastikan terkubur selamanya di kawah raksasa perairan Bali setelah evakusai distop meski masih menyisakan misteri

Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Medan/Facebook
Foto dokumen saat anak buah kapal (ABK) saat sholat di atas Kapal Selam KRI Nanggala-402 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Kapal Selam KRI Nanggala-42 berserta seluruh awaknya dipastikan bersemayam selamanya di kawah raksasa di dalam perairan Bali settelah pemerintah memutuskan evakuasi distop, meski masih menyisakan misteri.

Rabu (2/06/2021), TNI Angkatan Laut menggelar "rapat koordinasi pengakhiran" operasi pengangkatan KRI Nanggala-402 di Jakarta, yang dihadiri atase pertahanan China untuk Indonesia, demikian keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Sebelumnya China mengerahkan tiga kapal untuk membantu operasi penyelamatan kapal selam tersebut pada bulan lalu, yakni Yongxingdao-863, Nantuo-195 dan Tan Suo-2 (Explorer 2) .

Baca juga: Warga Geger, Mayat Bayi Mendadak Hilang dari Gendongan Saat Hendak Dimakamkan

Baca juga: Pelajar 14 Tahun Ini Ditodong Pedang Lalu Dipaksa Berbuat Mesum dan Direkam Saat Berwisata

Baca juga: Mayat Tanpa Kepala di Banjarmasin, Diawali Pamit Beli Susu Hingga Mutilasi Karena Bayaran Kencan

"Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada kapal-kapal yang telah bersusah payah melakukan pengangkatan di dasar laut," kata Kepala Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Komando Armada II Laksamana Pertama TNI I Gung Putu Alit Jaya.

Ia menjelaskan pihaknya menyadari bahwa operasi salvage KRI Nanggala-402 di kedalaman 839 meter "bukanlah hal yang mudah dan mengandung tingkat resiko serta kesulitan yang sangat tinggi".

"Selama pelaksanaan operasi salvage (pengangkatan) ini telah dilaksanakan penyelaman sebanyak 20 kali dan berhasil mengangkat material-material penting yang merupakan wujud kesuksesan luar biasa dari kinerja tim salvage," katanya seperti dikutip tribun-medan.com dari bbc.

Kapal selam berusia 44 tahun itu kehilangan kontak dengan Angkatan Laut Indonesia pada 21 April 2021 lalu saat mempersiapkan latihan penembakan torpedo di Laut Bali.

Ketika kapal selam itu ditemukan beberapa hari kemudian, pihak berwenang mengakui kesulitan mengangkat kapal selam dari kedalaman 840 meter.

Kepada kantor berita Reuters, Juru bicara TNI Angkatan Laut, Julius Widjojono, mengatakan tidak ada rencana untuk melanjutkan upaya pencarian setelah kerja sama dengan China berakhir.

"[Operasi] pengangkatan sudah selesai," katanya kepada Reuters, Rabu, seraya menambahkan bahwa bagian-bagian kapal tetap berada di dasar laut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved