Breaking News:

Berita Kalteng

Festival Budaya Isen Mulang di Palangkaraya Digelar Menunggu Kalteng Masuk Zona Hijau Covid-19

Disbudpar Kalteng siapkan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang akan digelar dalam dua atau tiga bulan ke depan bergantung kondisi kasus Covid-19

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Pelaksanaan lomba memasak lamang di Festival Budaya Isen Mulang Palangkaraya Kalteng, tiga tahun lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Disbudpar Kalteng siapkan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang akan digelar dalam dua atau tiga bulan ke depan sembari menunggu perkembangan kasus Covid-19.

Kegiatan atraksi seni, budaya yang bernilai wisata dari Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) di Kalteng, selama ini setiap tahun digelar termasuk rencananya pada 2021 jika Covid-19 di Kalteng

Sebagian warga Palangkaraya, mengaku sudah lama tidak melihat secara langsung FBIM setelah dua tahun wabah Covid-19, merebak di Kalteng.

"Biasanya saya lihat lomba besei kambe di bawah jembatan Kahayan sekarang tidak tampak, semoga tahun ini bisa dilaksanakan," ujar Nur Hudari warga Jalan Tjilik Riwut Palangkaraya, Senin (31/5/2021).

Baca juga: Dinkes Kalteng Ajak Kaum Lansia Ikut Vaksinasi Gratis di Puskesmas atau Rumah Sakit Perkuat Imunitas

Baca juga: Kapolda Kalteng Tinjau Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Pengendalian Karhutla, Begini Harapannya

Baca juga: Wisata Kuliner Bermunculan di Bantaran Sungai Mentaya Sampit Kabupaten Kotim Kalteng

Kepala Disbudpar Kalteng, Guntur Talajan mengatakan pada 2020 lalu, FBIM tidak bisa digelar terjadi Pandemi Covid-19, sehingga event akbar tersebut tidak digelar secara luring.

“Pada 2021 ini, FBIM akan tetap digelar, karena rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Kalteng. Memang, telah disetujui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bahkan masu kalendar event nasional,” ujarnya.

Namun begitu, untuk kesiapan pelaksanakan FBIM tahun ini, pihaknya masih melihat kondisi dan situasi tingkat penyebaran covid-19 di Provinsi Kalteng.

"Dibutuhkan waktu persiapan minimal 2 sampai dengan 3 bulan untuk menggelar FBIM dengan melihat angka covid-19 dan juga kesiapan anggaran," ujarnya.

Bukan hanya itu saja, dia menjelaskan,  pihaknya harus benar-benar matang untuk menggelar kegiatan tersebut.

"Ini harus dihitung matang, karena kalau tidak, pelaksanaan FBIM malah justru menambah bencana. Maka itu lagi-lagi semuanya harus melihat waktu, kondisi dan situasinya,” ujar Mantan Kadisdik Kalteng ini. 

Menurut dia, apabila kondisi penyebaran covid-19 mereda dan wilayah Kalteng masuk zona hijau, maka FBIM akan dilangsungkan sekitar Juli atau Agustus mendatang.

"Secara teknis pelaksanaan FBIM dimungkinkan akan lebih banyak dilakukan dengan sistem daring dibanding luring. Namun semuanya tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," ujarnya.

(tribunkalteng.com / faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved