Breaking News:

Tadarus Al Quran

Tadarus Al Quran: Surah An Naziat, Insya Allah Mengantar ke Surga dengan Wajah Berseri-seri

Tadarus Al Quran hari ini mengkaji Surah An Naziat yang bila diamalkan Insya Allah bisa mengantar kita ke surga dengan wajah berseri-seri

Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Jateng
Ilustrasi Surah An Naziat 

تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ۗ

Tatba'uhar raadifah.

"Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua."

قُلُوْبٌ يَّوْمَىِٕذٍ وَّاجِفَةٌۙ

Quluubuy yauma 'idziw waajifah.

"Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut."

اَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ ۘ

Abtsaaruhaa khaasyi 'ah.

"Pandangannya tunduk."

يَقُوْلُوْنَ ءَاِنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَافِرَةِۗ

Yaquuluuna a innaa lamarduuduuna fil haafirah.

"Orang-orang kafir berkata, 'apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?"

ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً ۗ

A idzaa kunnaa 'idzaaman nakhirah.

"Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?"

قَالُوْا تِلْكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ۘ

Qaaluu tilka idzang karratun khaasirah.

"Mereka berkata, 'kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan."'

فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌۙ

Fa innamaa hiya zajratuw waahidah.

"Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja."

فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِۗ

Fa idzaa hum bis saahirah.

"Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru)."

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰىۘ

Hal ataaka hadiitsu muusaa.

"Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa?"

اِذْ نَادٰىهُ رَبُّهٗ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًىۚ

Idz naadaahu rabbuhuu bil waadil muqaddasi thuwaa.

"Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa."

اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۖ

Idzhab ilaa fir'auna innahuu thagaa.

"Pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas."

فَقُلْ هَلْ لَّكَ اِلٰٓى اَنْ تَزَكّٰىۙ

Fa qul hal laka ilaa an tazakkaa.

"Maka katakanlah (kepada Fir'aun), adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)."

وَاَهْدِيَكَ اِلٰى رَبِّكَ فَتَخْشٰىۚ

Wa ahdiyaka ilaa rabbika fa takhsyaa.

"Dan engkau akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?"

فَاَرٰىهُ الْاٰيَةَ الْكُبْرٰىۖ

Fa araahul aayatal kubraa.

"Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar."

فَكَذَّبَ وَعَصٰىۖ

Fa kadzzaba wa 'atsaa.

"Tetapi dia (Fir‘aun) mendustakan dan mendurhakai."

ثُمَّ اَدْبَرَ يَسْعٰىۖ

Tsumma adbara yas'aa.

"Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa)."

فَحَشَرَ فَنَادٰىۖ

Fa hasyara fa naadaa.

"Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya)."

فَقَالَ اَنَا۠ رَبُّكُمُ الْاَعْلٰىۖ

Fa qaala ana rabbukumul a'laa.

"Seraya berkata, 'Akulah tuhanmu yang paling tinggi.'"

فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰىۗ

Fa akhadzahullaahu nakaalal aakhirati wal uula.

"Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia."

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى ۗ

Inna fii dzaalika la 'ibratal limay yakhsyaa.

"Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah)."

ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ

A antum asyaddu khalqan amis samaa` banaahaa.

"Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangunNya?"

رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ

Rafa 'a samkahaa fa sawwaahaa.

"Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya."

وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ

Wa agta tsya lailahaa wa akhraja dhuhaahaa.

"Dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang)."

وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ

Wal ardza ba'da dzaalika dahaahaa.

"Dan setelah itu bumi Dia hamparkan."

اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖ

Akhraja min haa maa 'ahaa wa mar 'aahaa.

"Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya."

وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ

Wal jibaala arsaaha.

"Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh."

مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ

Mataa 'al lakum wa li 'an 'aa mikum.

"Semua itu untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu."

فَاِذَا جَاۤءَتِ الطَّاۤمَّةُ الْكُبْرٰىۖ

Fa idzaa jaa 'atith-thaammatul kubraa.

"Maka apabila malapetaka besar (hari Kiamat) telah datang."

يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ مَا سَعٰىۙ

Yauma yatadzakkarul insaanu maa sa 'aa.

"Yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya."

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَّرٰى

Wa burrizatil jahiimu limay yaraa.

"Dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat."

فَاَمَّا مَنْ طَغٰىۖ

Fa ammaa man thagaa.

"Maka adapun orang yang melampaui batas."

وَاٰثَرَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۙ

Wa aa tsaral hayaatad dun yaa.

"Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia."

فَاِنَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ

Fa innal jahiima hiyal ma' waa.

"Maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya."

وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ

Wa ammaa man khaafa maqaama rabbihii wa nahan nafsa 'anil hawaa.

"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya."

فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ

Fa innal jannata hiyal ma' waa.

"Maka sungguh, surgalah tempat tinggal Nya."

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ

Yas 'aluunaka 'anis saa 'ati ayyaana mursaahaa.

"Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kiamat, kapankah terjadinya?"

فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗ

FIIma anta min dzikraahaa.

"Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)?"

اِلٰى رَبِّكَ مُنْتَهٰىهَاۗ

Ilaa rabbika muntahaahaa.

"Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya)."

اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَّخْشٰىهَاۗ

Innamaa anta mundziru may yakhsyaahaa.

"Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari kiamat)."

كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا

Ka 'annahum yauma yaraunahaa lam yalbatsuu illaa 'asyiyyatan au dzuhaahaa.

"Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari." (*)

Baca juga: Meski Amalan Sunnah, Keutamaan Sholat Tahiyatul Masjid Luar Biasa, Tutupi Kekurangan Sholat Wajib

Baca juga: Sudahkah Mendoakan Kedua Orang Tua? Berikut Doa Nabi Ibrahim dan Doa Harian Lain untuk Orang Tua

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved