Breaking News:

Kriminalitas Kalteng

Jual Merkuri Ilegal untuk Tambang Ilegal, Warga Jorong Kalsel Diamankan Polisi Murungraya Kalteng

Seorang pria, RF, warga Jorong Kabupaten Tanahlaut Kalsel, Kamis (26/5/2021) harus meringkuk di tahanan Polres Murungraya, Kalimantan Tengah.

Polda Kalteng
RF warga Jorong Kabupaten Tanahlaut Kalsel saat diamankan polisi Polres Murungraya Polda Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, MURUNGRAYA - Seorang pria, RF, warga Jorong Kabupaten Tanahlaut Kalsel, Kamis (26/5/2021) harus meringkuk di tahanan Polres Murungraya, Kalimantan Tengah.

Tersangka RF jual merkuri secara ilegal diduga untuk dipasok kepada penambang emas ilegal.

RF tak berkutik saat polisi dari Polres Murungraya menangkapnya, Selasa ( 25/5/2021) di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Beriwit Kecamatan Murung Kabupaten,  Murungraya Kalimantan Tengah.

Operasi penambang emas ilegal yang berlangsung secara ilegal, sampai saat ini masih marak di Murungraya.

Baca juga: Kapan Bulan Syawal Berakhir? Masih Sempatkah Puasa Syawal Berurutan atau Selang-seling?

Baca juga: Mahkamah Konstitusi Ketok Palu, Tolak Gugatan AnandaMu, Ibnu Sina Wali Kota Terpilih Banjarmasin

Baca juga: Murottal Surah Yasin 83 Ayat di Malam Jumat, Dipermudah Urusan dan Insya Allah Mati Syahid

Para penambang dalam melakukan kegiatan penambangan menggunakan merkuri sebagai pemisah antara emas dan pasir sehingga mudah dalam melihat emas hasil tambang.

Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol K. Eko Saputro, mengungkapkan, RF  ditangkap bersama  barang bukti berupa 25 botol mercuri dan satu unit sepeda motor merek Yamaha.

"Kami menangkap RF atas informasi masyarakat yang mengatakan dia, sering melakukan jual beli merkuri ilegal kepada penambang emas," jelas Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol K. Eko Saputro,

Dijelaskan dia, saat ini, pelaku sudah diamankan di Polres Murungraya, untuk diproses penyidikan lebih lanjut juga kasusnya akan dikembangkan.

"Karena tidak menutup kemungkinan kemungkinan ada pelaku lainnya yang terlibat dalam praktek jual beli air raksa tersebut," ujarnya.

RF ditetapkan sebagai tersangka, dijerat UU RI nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Pasal 161 dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp10 miliar.

Jo pasal 109 huruf a UU RI nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagaimana diubah UU nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja ancaman hukuman tiga tahun penjara. 

(tribunkalteng.com/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved