Breaking News:

Ekonomi Bisnis

Dampak Covid-19, Maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Rumahkan Karyawan dan Pensiun Dini

Dua maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air dikabarkan merumahkan karyawan dan menawarkan pensiun dini

IG TV Sriwijaya Air
Armada pesawat maskapai penerbangan Sriwijaya Air 

TRIBUNKALTENG.COM - Industri penerbangan nasional benar-benar terpuruk karena pandemi covid-19 yang tak kunjung berakhir, dua maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air dikabarkan merumahkan karyawan dan menawarkan pensiun dini.

Garuda resmi menawarkan program pensiun dini ke karyawan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyatakan, kebijakan ini adalah langkah realistis di tengah situasi pandemi Covid-19.

"Ini adalah langkah berat yang harus ditempuh perusahaan. Namun opsi ini harus kami ambil untuk bertahan di tengah ketidakpastian situasi pemulihan kinerja industri penerbangan yang belum menunjukkan titik terang di masa pandemi Covid-19," ungkap dia dalam pernyataan resminya, Jumat (21/5) lalu

Hal serupa dilakukan Sriwijaya Air.

Melalui internal memo yang didapatkan Tribun pada Senin (24/5), Sriwijaya Air mengambil kebijakan untuk merumahkan karyawannya dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan yang mengalami penurunan likuiditas akibat wabah Covid-19.

Baca juga: Besok Umat Islam Diserukan Sholat Gerhana Bulan, Muhammadiyah Keluarkan Maklumat, Apa Isinya?

Baca juga: Aminah Cerita Kisah Irfan Dahlan, Putra KH Ahmad Dahlan yang Mengajarkan Islam Modern di Thailand

Baca juga: BKN: 14 Tahun Ada 97 Ribu PNS Misterius Terima Gaji dan Pensiun

Dalam surat internal memo tersebut, disebutkan pemberitahuan kebijakan merumahkan karyawan yang tertanggal 25 September 2020 yaitu melakukan efisiensi di kalangan internal organisasi.

Kemudian dalam internal memo yang ditanda tersebut juga disebutkan, bahwa pihak Sriwijaya Air akan kembali memanggil karyawan yang dirumahkan jika operasional pesawat mulai bertambah.

Internal memo yang ditandatangani oleh Direktur Sumber Daya Manusia Sriwijaya Air Anthony Raimond tersebut juga menyebutkan, bagi karyawan sedang dirumahkan baik pegawai maupun PKWT yang bermaksud mengundurkan diri pihaknya akan memberikan uang pisah.

Uang pisah untuk karyawan dengan masa kerja lebih dari 1 tahun dan kurang dari tiga tahun diberikan uang pisah satu bulan gaji.

Halaman
123
Editor: Dwi Sudarlan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved