Berita Nasional

Pemeriksaan Dokumen Penumpang Pesawat Diperketat, Berlaku di 15 Bandara PT AP I

PT Angkasa Pura I (Persero)memperketat pemeriksaan dokumen penumpang pesawat di 15 bandaranya.

Editor: Anjar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Calon penumpang Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalteng, antre pemeriksaan Rapid Tes Antigen sebelum keberangkatan ke luar pulau. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Pengetatan perjalanan diberlakukan pemerintah, termasuk melalui operator layanan transportasi seperti PT Angkasa Pura I (Persero).

BUMN yang melayani lalu lintas udara itu akan mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan di setiap titik layanan bandara.

Hal itu dilakukan menyusul munculnya kabar peningkatan penularan Covid-19 di Sumatera, pasca Idufitri 1442 H.

VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan mengatakan, optimalisasi ini sebagai bentuk antisipasi peningkatan penumpang yang terjadi pascalarangan mudik Lebaran 2021.

Baca juga: Hari Ini Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Menteri Bahlil Lahadalia: Investor Lebih Percaya Diri

Baca juga: Amalkan Tiap Hari Usai Sholat Subuh, Doa dan Dzikir Pembuka Pintu Rezeki yang Diajarkan Rasulullah

"Kami akan memperketat penerapan protokol kesehatan di 15 bandara yang dikelola, dan juga pemeriksaan dokumen persyaratan penerbangan yang harus dimiliki penumpang," ucap Handy saat dihubungi Tribunnews, Selasa (18/5/2021).

Handy juga menyebutkan, untuk mengantisipasi peningkatan penumpang pascalarangan mudik pihaknya menyesuaikan kembali waktu operasional bandara.

"Sebelumya waktu operasional bandara Angkasa Pura I dikurangi, dan saat ini agar tidak ada penumpukan penumpang akan kembali disesuaikan," kata Handy.

Penumpang  di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya antre masuk ruang tunggu terminal.
Penumpang di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya antre masuk ruang tunggu terminal. (tribunkalteng.com/Fathurahman)

Menurut Handy, kedua hal tersebut dilakukan dengan berkoordinasi dan melibatkan komunitas bandara seperti pihak maskapai, Otoritas Bandara, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan stakeholder lainnya.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga melakukan pengetatan syarat perjalanan penumpang moda transportasi, untuk mengantisipasi pergerakan masyarakat dari Sumatera ke Jawa pasca larangan mudik Lebaran.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pengetatan tersebut dengan mewajibkan para calon penumpang moda transportasi publik untuk melakukan rapid test antigen sebelum melakukan perjalanan.

"Hal ini tentunya untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 yang meluas. Seperti kita tahu, di Sumatera sedang terjadi peningkatan yang signifikan kasus positif Covid-19," kata Budi Karya dalam keterangannya, Selasa (18/5/2021).

Selain itu Budi juga mengimbau kepada para masyarakat yang akan melakukan perjalanan, untuk melakukan tes kesehatan secara mandiri agar tidak ada penumpang di simpul transportasi.

"Kami akan memperketat pergerakan masyarakat melalui kewajiban rapid test antigen, khususnya di transportasi penyeberangan dari Sumatera menuju Jawa," kata Budi Karya.

Menurut Budi Karya, pihaknya melihat bahwa ada kurang lebih sebanyak 400.000 orang yang sudah bergerak dari Jawa ke Sumatera. Dan tentunya di hari-hari ini dan beberapa hari kedepan akan ada suatu pergerakan balik dari Sumatera ke Jawa.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved