Breaking News:

Berita HST

Pengelola Wisata di Kabupaten HST Layani Pengunjung Secara Terbatas, Tetap  Laksanakan Prokes

Sejumlah pengelola objek wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah tetap melayani pengujung yang berlibur bersama keluarga, pada hari ketiga lebaran Idul

Penulis: Hanani
Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/hanani
Objek wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah hari ketiga lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah, Sabtu (15/5/2021). 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BARABAI- Sejumlah pengelola objek wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah tetap melayani pengujung yang berlibur bersama keluarga, pada hari ketiga lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah, Sabtu (15/5/2021).

Meski demikian, protokol kesehatan seperti pemeriksaan suhu tubuh tetap dilakukan termasuk menyediakan tempat cuci tangan dan sabun.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, objek wisata yang tetap melayani pengujung adalah Taman outbond Baruh Bunga dan Gua Limbuhang di Desa Haliau Kecamatan Batu Benawa dan Pulau Mas.

Meski demikian tingkat kunjungan tak seperti kondisi normal sebelum pandemic. Pihak pengelola membatasi jumlah pengunjung berdasarkan penjualan tiket.

Baca juga: Wisata Kalsel, Jembatan Nateh Hulu Sungai Tengah, Viral Jadi Tempat Swa Foto

Baca juga: Wisata Kalsel, Ada Sejak Dua Tahun Silam, Warga Tidak Menyangka Banyak Didatangi Masyarakat

“Sejak pagi, sampai pukul 11.00 wita, hanya menjual 80 tiket,”ungkap Rezky Febrianor, pemilik Outbond Baruh Bunga. Meski demikian, pihaknya kembali menerima pengujung setelah ada yang pulang dan pengujung baru datang.

“Dengan tidak padat seperti ini, prokes tetap jalan. Petugas kami juga tetap melakukan pengecekan suhu tubuh,”kata Rezky.

Adapun pengujung, berasal dari wilayah HST sendiri. Mereka ingin mengajak keluarga berlibur, membawa anak-anak bermain. Dijelaskan, untuk saat ini wahana yang ditawarkan hanya Waterpark,terdiri dua kolam, yaitu anak-anak dan dewasa dengan tiket masuk Rp 30 ribu per orang. Namun, bagi yang tak ingin main air, bisa masuk area outbond untuk bersantai di pinggir sungai, atau di spot-spot foto di sekitar taman Baruh Bunga dengan tarif masuk hanya Rp 5.000 per orang.

Menurut Rezky, banjir bandang telah merusak salah satu favorit pengujung, yaitu flyng fox. “Nanti akan dibangun lagi di titik lokasi berbeda,”katanya. Diakui, sejak hampir dua tahun pandemic covid-19 sektor pariwisata yang selama ini ikut menggerakkan roda perekonomian daerah sangat terdampak. Bahkan, hampir 80 persen.

Lebaran tahun, ini para pengelola wisatapun berharap bisa memulihkan pendapatan di sektor wisata minimal 50 persen, dengan tetap prokes yang ketat. Namun, menjelang lebaran,yaitu Selasa atau H min dua Idul Fitri, Bupati HST membuat surat edaran bersama forkopimda, yang melarang objek wisata operasional. “Kami pun terpaksa membatalkan order makan siang wisatawan yang ingin reunian, dan menundanya pasca libur lebaran,”jelas Rezky.

Selain menyediakan wahana waterpark dan sejumlah spot untuk berfoto dan tempat bersantai, Outbond Baruh Bunga juga menyediakan catering untuk para wisatawan. Rezky berharap pandemic covid 19 segera berlalu, agar sektor pariwisata di HST kembali bangkit. Apalagi, pasca banjir bandang, ekonomi masyarakat di sekitar pariwisata, baik di Kecamatan Hantakan, Batubenawa maupun Kecamatan Batangalai Timur makin terpuruk. (Tribunkalteng.com/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved