Breaking News:

Berita Kalsel

Peneliti Universitas Lambung Mangkurat Terkejut Lihat Jamur Raksasa di Kabupaten Batola

Tim Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia ULM dan Pokdarwis temukan jamur raksasa di Desa Anjir Serapat Muara, Kabupaten Batola, Kalsel.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Alpri Widianjono
FERRY UNTUK TRIBUNKALTENG.COM
Pimpinan tim Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia ( Biodiversitas Indonesia ) Universitas Lambung Mangkurat ( ULM ), Amalia Rezeki, saat mengukur jamur raksasa di Taman Biodiversitas Ekosistem Lahan Basah Desa Anjir Serapat Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

TRIBUNKALTENG,COM, BANJARMASIN - Jamur raksasa dengan tudung berdiameter sekitar 30 sentimeter dan tinggi batang sekitar 20 sentimeter, ditemukan di Kalimantan Selatan.

Lokasi tepatnya, Taman Biodiversitas Ekosistem Lahan Basah di Desa Anjir Serapat Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalsel.

Taman ini merupakan salah satu destinasi desa wisata di kawasan Mangrove Rambai Center di Anjir Serapat Muara, Kabupaten Batola.

“Kami terkejut melihat jamur dengan ukuran yang sangat besar,” ujar Amalia Rezeki, pimpinan tim Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia ( Biodiversitas Indonesia ) Universitas Lambung Mangkurat ( ULM ) saat melakukan penelitian di lokasi, Rabu (12/5/2021).

Baca juga: Gubernur Kalteng Pastikan Pasien Covid-19 Varian Baru B1617 di Kalteng Semuanya Sudah Sembuh

Baca juga: Nekat Langgar Larangan Pawai Takbiran Keliling di Jalan Raya di Kalteng, Ini Sanksinya

Kali pertama jamur raksasa di Kabupaten Batola ditemukan oleh Sugiyanto, Ketua Pokdarwis yang mengelola Taman Biodiversitas setempat dan turut mendampingi tim konservasi. 

Menurut Amalia Rezeki yang juga dosen Prodi Biologi FKIP ULM, jamur raksasa tersebut memang biasa tumbuh di bawah Pohon Bangkinang ( Elaeocarpus glaber Bl ).

Founder Lembaga Pusat Studi dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesi ini menemuannya ini saat bersama tim dan Ketua Pokdarwis yang mengelola Taman Biodiversitas setempat, yakni Sugiyanto. 

Menjaga jamur berwarna putih kekuningan itu tidak dirusak pengunjung taman, Pokdarwis akan membuat pagar yang membatasi agar tidak ada menyentuh.

Baca juga: Langgar Aturan Jam Malam, Sebanyak 10 Kafe dan THM di Palangkaraya Kalteng Dibubarkan

Baca juga: Pengedar Narkoba Kalteng Gunungmas Diringkus, Barbuk Disita 0,5 Kg Sabu, Melayani Transaksi di Rumah

Sebelumnya, di taman buah lokal tersebut ditemukan 15 spesies jamur makroskopis yang digolongkan menjadi 12 famili dan 13 genus.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved