Breaking News:

Berita Kalteng

Langgar Aturan Jam Malam, Sebanyak 10 Kafe dan THM di Palangkaraya Kalteng Dibubarkan

Sebanyak 10 kafe dan THM di Palangkaraya Kalteng yang tidak mentaati ketentuan jam malam dibubarkan oleh petugas Satgas Penanganan Covid-19.

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palangkaraya Emi Abriani 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Sebanyak sepuluh kafe dan tempat hiburan malam yang tidak mentaati ketentuan jam malam dibubarkan oleh petugas Satgas Penanganan Covid-19 setempat.

Ketentuan Wali Kota Palangkaraya terkait jam operasional kafe, tempat hiburan malam hanya dibolehkan buka malam hari maksimal pukul 22.00 WIB atau pukul 10 malam.

Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangkaraya, Emi Abriyani,  mengatakan, upaya penegakan protokol kesehatan oleh tim Satgas Covid-19 terus memantau operasional sejumlah usaha cafe dan tempat hiburan.

Salah satunya kegiatan patroli dan pengawasan yang dilakukan pada titik-titik keramaian. Seperti tempat hiburan dan kafe yang kerap terlihat dipadati pengunjung.

Baca juga: Hilal Tak Terlihat, Pemerintah, NU dan Muhammadiyah Sepakat Idul Fitri 1442 H pada Kamis 13 Mei 2021

Baca juga: Pengedar Narkoba Kalteng Gunungmas Diringkus, Barbuk Disita 0,5 Kg Sabu, Melayani Transaksi di Rumah

Baca juga: Polres Kotim Siagakan Personel Pengamanan Dua Agenda Hari Besar Keagamaan di Kabupaten Kotim

“Hasil patroli lapangan malam minggu, ada sepuluh tempat hiburan dan kafe dibubarkan pengunjungnya oleh tim satgas, karena melanggar aturan jam operasional lewat batas pukul 22.00 WIB,” ujarnya.

Ada kafe yang diberikan sanksi denda administrasi karena melakukan pelanggaran berulang namun masih tetap saja melanggar.

"Ada cafe yang tidak hanya sekali diberikan sanksi tegas berupa denda, mereka tetap tidak jera, tetap kembali  melanggar. Maka itu, jika masih melanggar akan diberikan sanksi denda Rp5 juta,” ujar Emi Abriani.

Ditanyai apakah memungkinkan sanksi tegas berupa penutupan dan pembekuan izin diberikan bagi pelaku usaha itu, menurut Emi mungkin saja, namun sementara ini pihaknya masih belum sampai pada tindakan itu.

"Kami ingin agar pengelola tempat usaha sadar mentaati ketentuan," ujarnya. 

(tribunkalteng.com / faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved