Wabah Corona di Kalteng

Warga Cemas Varian Baru Covid-19 India Masuk Kalteng, Ini Komentar Pakar Universitas Palangkaraya

Masuknya varian baru virus Covid-19 atau varian virus corona B1617 asal India, membuat sebagian warga cemas dan khawatir penularan meluas.

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Prof Syamsul Arifin, Pakar Virus Covid-19 Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Palangkaraya (UPR). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Masuknya varian baru virus Covid-19 atau varian virus corona B1617 asal India, membuat sebagian warga cemas dan khawatir penularan meluas.

Sejumlah warga mengaku terkejut varian baru yang banyak membuat warga India banyak tertular dan meninggal dunia sedemikian cepat penyebarannya, bahkan kini kasusnya sudah masuk ke Kalteng.

"Apalagi saat ini sudah ada warga Palangkaraya terjangkit varian baru dari India ini, jika tidak diantisipasi bisa makin cepat menulari banyak korbannya di Kalteng," sorot Faridah warga Palangkaraya, Senin (10/5/2021).

Pakar Virus Covid-19 Prof Syamsul Arifin yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Palangkaraya (UPR) mengimbau warga Kalteng tidak panik berlebihan menyikapi masuknya varian baru virus corona di Kalteng.

Baca juga: Diduga Tersinggung Soal Utang, Warga Nanga Bulik Lamandau Kalteng Nekat Tikam Perempuan Ini

Baca juga: Tak Mau Menyerah, KKB Papua Siapkan Pasukan Surgawi Hadapi Serangan Pasukan Setan Milik TNI

Baca juga: Oknum ASN Palangkaraya Ini Diciduk Polisi Gara-gara Ulahnya Pesta Mabuk Miras Mengganggu Warga

Terlebih penting, masyarakat tidak longgar dalam mentaati protokol kesehatan.

Dijelaskan, berdasarkan  rilis terbaru dari Laboratorium Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI tanggal 8 Mei 2021 diketahui terdapat 10  Kasus  varian B1617.

"Delapan kasus virus corona B1617 ini tersebar antara lain, 1 kasus di Jakarta; 4 kasus di Palembang, Sumatera Selatan; dan 3 kasus di Palangkaraya Kalimantan Tengah," rinci Prof Syamsul Arifin.

Berdasarkan laporan WHO, virus ini  memiliki sifat bermutasi atau mengubah strukturnya, tergantung dari skala penularannya. Jadi, semakin banyak menyebar, semakin banyak virus  bermutasi.

Sejak penemuan virus Corona pertama kali di Wuhan, China, virus tersebut telah menyebar ke seluruh dunia dengan keganasan yang tak tertandingi.

Di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan, para peneliti menemukan varian baru virus tersebut, yang dinamai menurut tempat penemuannya. 

Para ilmuwan India juga telah meneliti sekuensing genom virus baru-baru ini.

Baca juga: Polisi Gencarkan Patroli Subuh, Aksi Balapan Liar di Sampit Masih Kian Marak di Akhir Pekan

Baca juga: Kabar Gembira, Arab Saudi Pastikan Gelar Ibadah Haji 2021, Bagaimana Jemaah Calon Haji Indonesia?

Baca juga: Tak Mau Menyerah, KKB Papua Siapkan Pasukan Surgawi Hadapi Serangan Pasukan Setan Milik TNI

Baca juga: Baca Doa Yunus 40 Kali Insya Allah Lepas dari Kesulitan Hidup Berikut Tata Cara dan Waktu Berdoa

Menurut laporan Indian Express, para peneliti India telah menemukan varian virus pada Oktober tahun lalu. Secara ilmiah dikenal sebagai B1617. Varian B1617 diketahui memiliki dua mutasi, yakni E484Q dan L452R.

Peneliti menduga bahwa kedua mutasi tersebut menjadi kunci dari kemampuan varian baru Corona tersebut lebih mudah menular. 

B1617 ini menjadi varian Corona pertama yang diketahui memiliki dua mutasi kunci yaitu E484Q dan L452R secara bersamaan, sehingga disebut sebagai varian mutan ganda.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved