Berita Internasional

Seperti Ini Sikap Indonesia dan Negara-negara Arab Atas Aksi Brutal Israel Serang Jemaah Al Aqsa

Indonesia dan negara-negara Arab mengecam keras aksi brutal tentara Israel menyerang jemaah Masjid Al Aqsa Palaestina

Editor: Dwi Sudarlan
AFP PHOTO
Aksi brutal tentara Israel di Masjid Al Aqsa Palestina 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Indonesia dan negara-negara Arab mengecam keras aksi brutal tentara Israel menyerang jemaah Masjid Al Aqsa Palaestina, Jumat (7/5/2021) kemarin.

Aksi penyerangan Israel terhadap jemaah Masjid Al Aqsa Palestina itu menimbulkan ratusan orang terluka.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengelurkan pernyataan kecaman atas serangan teror yang dilakukan tentara Israel lewat twit pada Sabtu (8/5/2021).

Dalam pernyataannya Kemlu mengatakan kalau Indonesia mengecam pengusiran paksa 6 warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Indonesia juga mengecam tindak kekerasan terhadap warga sipil Palestina di wilayah masjid Al Aqsa yang menyebabkan ratusan korban luka-luka dan melukai perasaan umat Muslim.

Baca juga: Keutamaan Takbir Hari Raya Fitri untuk Melebur Dosa, Ternyata Ada 2 Jenis Takbir

Baca juga: Apa Itu Bipang Ambawang? Kuliner Khas Kalbar Viral dan Jadi Polemik Usai Pidato Presiden Jokowi

Baca juga: Cara Bayar Zakat Fitrah Secara Online, Lengkap Bacaan Niat dan Waktu Bayar di Ramadan 2021

Kemlu dalam pernyataannya mengatakan pengusiran paksa dan tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan berbagai resolusi DK PBB, hukum humaniter internasional.

Khususnya Konvensi Jenewa IV tahun 1949, dan berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan.

Oleh karena itu, Indonesia mendesak masyarakat internasional melakukan langkah nyata untuk menghentikan langkah Pengusiran paksa warga Palestina dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil.

Sikap Negara-negara Arab

Aksi brutal tentara Israel menyerang jemaah Masjid Al Aqsa Palestina  mendapatkan respons dari negara-negara Arab atau Timur Tengah.

Gerakan Islam di Israel mengutuk tindakan itu  dan menuntut pemerintah Israel segera menarik pasukan dari kawasan Temple Mount tersebut, setelah bentrokan terjadi yang menyebabkan 205 warga Palestina dan 17 petugas polisi Israel luka-luka usai sholat Jumat pada bulan Ramadhan.

Gerakan tersebut menuntut keluarga Palestina untuk tetap dapat meningkatkan perjalanan ibadah ke masjid dalam beberapa hari mendatang, dan terutama pada hari ke 28 Ramadhan, yang dimulai pada Sabtu malam (8/5/2021).

Dikatakan "pendirian Israel" menanggung tanggung jawab atas hasil serangan dan provokasi baru-baru ini oleh para pemukim di lingkungan utara Sheikh Jarrah di Yerusalem.

Komite Tindak Lanjut Tinggi untuk Warga Arab Israel, sebuah organisasi ekstra-parlementer yang mewakili warga Arab-Israel, menyerukan protes di semua kota Arab melawan untuk "teror pendudukan di Yerusalem."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved