Breaking News:

Kriminalitas Kalteng

Polda Kalteng Ciduk Pelangsir BBM Subsidi di SPBU Teweh Tengah, Amankan Barbuk Bio Solar 200 Liter

Petugas Ditreskrimsus Polda Kalteng amankan pelangsir BBM bio solar subsidi di SPBU Jalan Pramuka Kelurahan Lanjas, Teweh Tengah Barito Utara Kalteng.

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Polda Kalteng Ciduk Pelangsir BBM Subsidi di SPBU Teweh Tengah, Amankan Barbuk Bio Solar 200 Liter
Polda Kalteng
Polisi amankan barang bukti BBM Biosolar bersubsidi di SPBU Teweh Tengah Barito Utara Kalteng

TRIBUNKALTENG.COM, MUARA TEWEH - Petugas Ditreskrimsus Polda Kalteng amankan pelangsir BBM bio solar bersubsidi di SPBU Jalan Pramuka Kelurahan Lanjas, Teweh Tengah Barito Utara Kalteng, Minggu (9/5/2021)

Pelaku MD (40) merupakan warga Jalan Penreh Kelurahan Lanjas Kecamatan Teweh Tengah, Barito Utara diamankan saat mengisi BBM jenis bio solar bersubsidi ke dalam enam buah jerigen kapasitas 35 liter.

Direktur Reskrimsus Polda Kalteng, Kombes Pol Bonny Djianto saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang pelangsir BBM bio solar bersubsidi berikut dengan barang bukti (barbuk).

Barbuk diamankan berupa satu unit mobil merk Isuzu, 9 jeriken kapasitas 35 liter, BBM jenis bio solar bersubsidi sebanyak 200 liter, satu selang spiral dan dua lembar catatan penjualan BBM jenis bio solar.

Baca juga: Jelang Idul Fitri 1442 H Masih Terbelit Urusan Pelik? Bantu dengan Doa Nabi Musa dan Doa Nabi Yusuf

Baca juga: Tadarus Ramadhan 2021: Surah Al Hasyr, Ayat 21-24 Miliki Manfaat Dahsyat Bila Diamalkan

Baca juga: Selain Jalur Utama Perbatasan Masuk Kalteng, Petugas Juga Jaga Jalur Tikus di Anjir Serapat Kapuas

Bonny Djianto, mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari laporan masyarakat bahwa di SPBU Jalan Pramuka, Muara Teweh sering terjadi transaksi BBM ilegal melayani pelangsir.

Pihaknya kemudian turun ke lapangan menindaklanjuti laporan tersebut dan berhasil menjaring diduga pelakunya .

"Ada seorang warga diduga melakukan praktik ilegal transaksi BBM subsidi yang diamankan beserta sejumlah barang bukti. Kasus ini masih dalam proses penanganan kami," ujarnya.

Bersangkutan yang diamankan menjalani proses hukum dijerat Pasal 55 UURI Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, UURI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Dalam pasar perubahan undang-undang tersebut dinyatakan ancaman hukuman paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar.

(tribunkalteng.com / faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved