Breaking News:

Berita Kalteng

Polresta Palangkaraya Gelar Focus Group Discussion Tangkal Pengaruh Paham Radikal dan Terorisme

Polresta Palangkaraya menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pencegahan penanggulangan paham radikal dan terorisme.

tribunkalteng.com/Fathurahman
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Mapolresta Palangkaraya membahas terorisme. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Polresta Palangkaraya menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pencegahan penanggulangan paham radikal dan terorisme.

Kegiatan FGD yang berlangsung di Aula Yusuf Suganda mengangkat tema “Terorisme Musuh Kita Bersama”.

FGD dihadiri perwakilan Lurah di Kota Palangkaraya, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Kota Palangkaraya serta tamu undangan lainnya yang turut peduli masalah terorisme.

Beberapa masyarakat yang hadir mengaku senang ikut kegiatan tersebut, karena mereka jadi tau tentang terorisme dan radikalisme.

Baca juga: Wali Kota Palangkaraya Upayakan Bantu UMKM Kawasan Wisata Susur Sungai Kereng Bengkirai

Baca juga: Petugas Awasi Ketaatan Protokol Kesehatan Pengendara di Jalan Tjilik Riwut Palangkaraya-Kasongan

Baca juga: Polda Kalteng Turunkan 20 Personel Samapta Bantu Tugas Pos Penyekatan Perbatasan Kalsel-Kalteng

"Menambah pengetahuan kami tentang radikalisme dan terorisme," ujar Abdul Wahid, yang mengaku senang ikut kegiatan tersebut, Jumat ,(7/5/2021).

Kapolresta Palangkaraya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, sebagai penyelenggara juga mengundang
Kabag Penum Ro Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Pol Dr. Ahmad Ramadhan, sebagai nara sumber.

Kedatangan Tim Divisi Humas Polri di Kalimantan Tengah khususnya di Polresta Palangkaraya  dalam rangka melihat secara langsung kegiatan kontra radikal di Polda Kalimantan Tengah dan jajarannya.

Kombes Pol Dr. Ahmad Ramadhan,menyatakan, bahwa diskusi tersebut berfokus pada memerangi aksi terorisme dan mencegah paham Radikalisme masuk ke Indonesia, khususnya di Kota Palangkaraya.

"FGD ini  bertujuan memberikan ketahanan terhadap paham-paham radikal merupakan bibit-bibit aksi terorisme di Indonesia sebagaimana yang terjadi beberapa waktu yang lalu," ujarnya. 

(tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved