Breaking News:

Berita Kalteng

Dinas PUPR Kalteng Bangun Puluhan Posko Pengawasan Jalan dan Siaga Bencana Jelang Lebaran Idulfitri

Dinas PUPR Kalteng hadapi kondisi hujan dan aktivitas masyarakat memasuki lebaran Idulfitri 2021 bangun posko pengawasan jalan dan siaga bencana.

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Ruas jalan rawan banjir Jalan Bukitrawi Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulangpisau, Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Dinas PUPR Kalteng hadapi kondisi hujan dan aktivitas masyarakat memasuki lebaran Idulfitri 2021 bangun posko pengawasan jalan dan siaga bencana.

Kesiapsiagaan antisipasi kondisi jalan rusak, banjir, longsor tersebut dengan membangun 22 titik posko di seluruh wilayah Kalteng untuk bantu apabila ada kendala distribusi logistik atau tindakan urgen lainnya.

Kepala Dinas PUPR Kalteng, H Salahuddin bersama Kabid Bina Marga Elfansyah, dan tim melakukan rapat koordinasi internal menjelaskan dan menempatkan titik posko siaga bencana sekaligus penyediaan alat berat.

“Saat ini musim hujan, rawan banjir di sejumlah ruas jalan. Hampir semua ruas jalan provinsi yang strategis di buat posko, jumlahnya ada 22 titik,"ucap H Salahuddin, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Pasokan Sembako dari Kalsel ke Kalteng Tetap Lancar Meski Ada Penyekatan di Kapuas Kalteng

Baca juga: Tim Satgas Covid-19 Kotim Perketat Pengawasan Pasien OTG Saat Isolasi Mandiri

Baca juga: Ingin Pahala Ditingkatkan Selama 40 Tahun? Jangan Tinggalkan Sholat Tarawih Malam Ke-26 Hari Ini

"Ditempatkan 22 PPTK, dengan koordinator di lapangan kepala seksi untuk mengantisipasi potensi kerusakan jalan yang luar biasa, amblas, longsor dan banjir," tambahnya. 

Salahuddin, mengatakan, pihaknya ingin pengguna jalan tetap bisa lancar ketika dalam hal penting untuk bepergian jauh sehingga persiapan dilakukan sejak dini.

"Kami berharap tidak ada yang mengganggu aktivitas masyarakat di jalan, terutama melancarkan distribusi angkutan logistik,” ujarnya.

Nantinya, tim melakukan piket di posko, juga menyiapkan alat berat apabila diperlukan untuk membantu dan menangani jika ada gangguan atau bencana yang mengakibatkan adanya penanganan di jalan dengan segera.

“Kami juga siagakan alat berat untuk bergerak cepat dalam penanganan kendaraan yang memerlukan bantuan segera. Contoh seperti tahun lalu, adanya jalan penyambung jembatan rusak, dapat segera dalam waktu 6-12 jam sudah dapat ditangani secara bertahap," tukasnya.

(tribunkalteng.com / faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved