Breaking News:

Berita Internasional

Ini Foto Terbaru Hajar Aswad, Pertama Kali yang Beresolusi Tinggi dan Proses Foto Lebih dari 50 Jam

Untuk pertama kali, foto Hajar Aswad bagian dari Kabah di Mekkah, terlihat jelas karena foto terbaru yang dirilis beresolusi tinggi

Editor: Dwi Sudarlan
Tribunnews/Instagram
Foto terbaru Hajar Aswad yang beresolusi tinggi 

TRIBUNKALTENG.COM, MEKKAH - Untuk pertama kali, foto Hajar Aswad bagian dari Kabah di Mekkah, terlihat jelas karena foto terbaru yang dirilis beresolusi tinggi.

Proses foto Hajar Aswad itu berlangsung lama, lebih dari 50 jam. 

Kemarin, Pemerintah Arab Saudi merilis foto terbaru Hajar Aswad beresolusi tinggi.

Artinya, ini adalah pertama kalinya gambar Hajar Aswad di Mekah, kota suci Islam dapat terlihat jelas.

Hal tersebut diumumkan oleh sebuah badan pemerintah Saudi.

Baca juga: Menenangkan Hati yang Gelisah, Sholawat Hasbi Robbi Jallallah Viral di Medsos, Ada Versi Kasidah

Baca juga: Video Viral, Pesta Ultah Menyedihkan Undangan yang Hadir Cuma 1 Orang Padahal Sudah Masak-masak

Baca juga: Anggota DPRD Berkelahi Saat Rapat, 2 Wakil Rakyat Masuk Rumah Sakit Karena Luka-luka Kena Pukulan

Foto Hajar Aswad memiliki resolusi hingga 49.000 megapiksel, sebagaimana dikutip dari CNN.

Dalam siaran persnya, Presidensi Umum Urusan Masjid Agung Saudi dan Masjid Nabawi mengatakan tentang lama pengambilan foto.

Dalam prosesnya, membutuhkan waktu lebih dari 50 jam untuk melakukan foto tersebut dan dikembangkan lebih jauh.

Proses Pengambilan Foto Hajar Aswad

Presidensi Umum bekerja sama dengan agen teknik Dua Masjid Suci untuk mengambil 1.050 foto Hajar Aswad.

Masing-masing foto berukuran 160 gigabyte.

Menurut pihak berwenang, batu dibidik selama tujuh jam.

Adapun teknik foto yang digunakan disebut penumpukan fokus.

Menurut Digital Photography School, teknik foto itu menggabungkan beberapa foto dengan titik fokus berbeda untuk menjaga ketajaman produk akhir.

"Ini penting karena dalam arti ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Afifi al-Akiti, seorang rekan dalam studi Islam di Universitas Oxford, yang tidak terlibat dalam proyek tersebut kepada CNN, dikutip dari Kontan.co.id.

"Seseorang melihat bahwa itu sebenarnya bukan hitam, misalnya ..."

"Seperti yang saya pahami, ini pertama kalinya ada foto digital batu yang diperbesar dan orang dapat melihat batu itu dari dekat dan secara pribadi."

"Dalam tradisi Muslim, ini dianggap sebagai peninggalan suci," tambahnya.

Selanjutnya, penumpukan foto adalah proses menggabungkan ratusan gambar yang diambil dari berbagai bagian subjek pada panjang fokus berbeda.

Dimaksudkan untuk membuat satu bidikan dalam resolusi tinggi.

Setelah 7 jam pemotretan, tim membutuhkan waktu 50 jam lagi untuk menggabungkan 1.050 foto.

Sehingga menghasilkan gambar dengan resolusi 49.000 megapiksel.

Sementara itu, mengutip National News, batu hitam atau Hajar Aswad ditempatkan oleh Nabi Muhammad di Kabah pada tahun 605 M.

Hajar Aswad terdiri dari delapan buah batu kecil yang ditempelkan pada sebuah batu besar dibungkus dengan bingkai perak.

Hajar Aswad pun menandai titik dimulainya keliling dan berakhirnya tawaf.

Tawaf merupakan ritual di mana para peziarah mengelilingi Ka'bah tujuh kali berlawanan arah jarum jam untuk menyelesaikan haji atau umrah.

Baca juga: TADARUS RAMADHAN 2021: Surah Ad Dhuha, Keutamaannya Tidak Sekadar Membuka Pintu Rezeki

Tentang Hajar Aswad

Dikutip dari Kemenag.go.id, Hajar Aswad ialah satu di antara tempat yang mustajab untuk berdoa.

Awalnya, Hajar Aswad merupakan batu yang ditemukan oleh Nabi Ibrahim as dan Ismail as, saat membangun Kabah.

Selanjutnya, dilakukan pemugaran Kabah sekitar lima tahun sebelum Nabi Muhammad diangkat sebagai Nabi dan Rasul, yaitu usia 35 tahun.

Hal itu dilakukan karena adanya beberapa kerusakan.

Pemugaran dilaksanakan berdasarkan kesepakatan para pemuka kabilah suku Quraisy yang ada di kota Mekah.

Namun, perselisihan makin memuncak antara tokoh masyarakat Quraisy saat menentukan siapa yang berhak untuk menempatkan kembali batu tersebut setelah pemugaran.

Hingga akhirnya Nabi Muhammad menjadi penengah.

Kemudian, Nabi Muhammad menghamparkan kainnya dan menempatkan Hajar Aswad di atas bentangan kain.

Rasulullah SAW meminta setiap pemuka kabilah Quraisy memegang masing-masing sudut dan sisi kain tersebut.

Dilakukan bersama-sama, kain diangkat untuk membawa Hajar Aswad ke tempatnya semula.

Rasulullah SAW pun mengangkat batu tersebut dan meletakkannya ke tempat semula. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Foto Hajar Aswad Beresolusi Tinggi Dirilis, Berikut Proses Pengambilan Gambarnya 

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved