Kapal Selam TNI Hilang Kontak

Menhan Prabowo Subianto Berduka, Saudaranya Ikut Gugur dalam Tragedi Tenggelamnya KRI Nanggala-402

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berduka karena ternyata ada saudaranya yang ikut gugur  dalam tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402

Editor: Dwi Sudarlan
Kompas TV
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam jumpa pers tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402 

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402 gugur di perairan Bali.

Adalah Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino yang meminta Presiden Jokowi untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Menhan Prabowo Subianto

Dia beralasan, tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402 seharusnya dapat dihindari apabila Menhan memberi perhatian yang cukup kepada TNI Angkatan Laut.

Hal ini dapat dilihat dari postur dan alokasi anggaran Kementerian Pertahanan. 

Menurut Arjuna, tragedi tenggelamnya KRI Nanggala 402 sangat bertolak belakang dengan anggaran Kementerian Pertahanan yang terus merangkak naik dari tahun ke tahun.

“Tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402 adalah berita duka bagi bangsa Indonesia. Namun ini bertolak belakang dengan anggaran Kementerian Pertahanan yang terus naik. Seharusnya tidak terjadi. Untuk itu, Presiden perlu evaluasi kinerja Menhan," kata Arjuna dalam keterangan tertulis, Senin (26/4/2021).

Arjuna menyatakan Kementerian Pertahanan mendapatkan anggaran tertinggi dalam APBN 2020 mencapai Rp 131,2 triliun

Alokasi anggaran ini melonjak Rp 21,6 triliun dari tahun 2019 Rp 109,6 triliun maupun usulan awal RAPBN 2020 sebesar Rp 127,4 triliun. 

Dia menyoroti alokasi anggaran antar matra masih mengalami ketimpangan, dimana pada APBN 2020 TNI AD mendapat anggaran Rp 55,92 miliar dengan alokasi alutsista sebesar Rp 4,5 miliar.

TNI AL punya bagian Rp 22,08 miliar dan alokasi alutsista Rp 4,1 miliar.

Sedangkan TNI AU memperoleh dana Rp 15,5 miliar dan alokasi alutsista Rp 2,1 miliar.

“TNI Angkatan Laut kita belum mendapatkan porsi anggaran yang cukup. Belum mendapat perhatian yang optimal. Padahal visi pertahanan Presiden Jokowi menjadikan Indonesia menjadi poros maritim dunia," kata dia.

Arjuna juga menekankan seringkali serapan anggaran Kementerian yang dipimpin oleh Prabowo Subianto ini dinilai kerap jauh di bawah target.

Masalahnya kementerian pertahanan adalah penerima anggaran terbesar dalam APBN. 

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved