Kapal Selam TNI Hilang Kontak

Gegara Postingan Oknum Polisi Soal KRI Nanggala-402, Puluhan Prajurit TNI Datangi Polsek Kalasan

Gegara postingan oknum polisi, Aipda Fajar Indriawan soal KRI Nanggala-402, Polsek Kalasan didatangi puluhan prajurit TNI

Editor: Dwi Sudarlan
Serambinews/istimewa
Tangkapan layar video prajurit TNI AL mendatangi Polsek Kalasan 

TRIBUNKALTENG.COM, JOGJA - Gegara postingan bernada negatif soal tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 oleh oknum polisi Aipda Fajar Indriawan, puluhan prajurit TNI AL datangi Polsek Kalasan, Yogyakarta.

 Saat ini Saat jajaran TNI Angkatan Laut (AL) dan rakyat Indonesia sedang berduka atas tenggelam kapal selam KRI Nanggala-402.

Namun, muncul postingan di Facebook yang menyinggung tentang gugurnya kru KRI Nanggala-402.

Tragisnya lagi, postingan bernada negatif itu ditulis oknum polisi dari  dari Polsek Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

Postingan itu memicu puluhan personel TNI AL mendatangi Mapolsek Kalasan, untuk meminta klarifikasi kepada Aipda Fajar.

Baca juga: KRI Nanggala-402 Tenggelam, GMNI Minta Presiden Jokowi Evaluasi Kinerja Menhan Prabowo Subianto

Baca juga: Penghargaan Jalasena Diberikan Presiden Jokowi pada 53 Awak KRI Nanggala 402, Ini Maknanya

Baca juga: Kapal Selam KRI Nanggala-402 Terbelah Tiga, Panglima TNI Tahan Tangis Sebut 53 ABK Gugur

Video datangnya puluhan personel TNI AL itu sontak viral.

Untung saja, Propam bergerak cepat.

Propam  mengamankan Aipda Fajar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Aipda FD diamankan pada Minggu (25/4/2021) malam.

Wakil Kepala Polda DIY Brigjen (Pol) R Slamet Santoso mengatakan, Fajar merupakan polisi berpangkat Aipda yang bertugas di Polsek Kalasan.

"Sudah kita amankan, kita sedang periksa, baik itu fisik maupun kejiwaannya. Karena kita belum tahu kejiwaannya seperti apa," katanya saat ditemui di Kompleks Kepatihan Kota Yogyakarta, Senin (26/4/2021).

Dia mengungkapkan, pemeriksaan sejauh ini menemukan adanya indikasi Fajar dalam keadaan depresi.

Diduga, Fajar depresi karena hingga sekarang belum menikah.

"Iya (ada indikasi depresi), karena sama umur sekian belum menikah, kelahiran 1980.  Kasus ini Polda tindak cepat dulu, periksa kejiwaannya, lalu Bareskrim dan Propam akan turun juga," kata Slamet.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved