Bayar Rp 6,5 Juta ke Mafia Bandara Soekarno Hatta, Penumpang dari Luar Negeri Lolos Karantina

Polisi menduga ada mafia bandara yang meloloskan penumpang luar negeri tanpa karantina dengan imbalan Rp 6,5 juta di Bandara Soekarno-Hatta

Editor: Dwi Sudarlan
kompas.com
Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan domestik Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sebelum pandemi covid-19 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Polisi menduga ada mafia bandara yang meloloskan penumpang luar negeri tanpa karantina dengan imbalan Rp 6,5 juta di Bandara Soekarno-Hatta.

Adanya informasi yang menyatakan banyak penumpang dari luar negeri lolos di Bandara Soekarno-Hatta tanpa karantina kini terbukti.

Polisi menilai ada peran mafia terkait lolosnya penumpang dari luar negeri tanpa karantina Covid-19  di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, banyak orang dari luar negeri yang lolos karantina Covid-19.

Baca juga: Irwan Rusfiandy Adnan, PNS Tajir Makassar Miliki Harta Rp 56 M dan Ford Mustang, Ini Asal-usulnya

Baca juga: Menhan Prabowo Subianto Berduka, Saudaranya Ikut Gugur dalam Tragedi Tenggelamnya KRI Nanggala-402

Baca juga: Gegara Postingan Oknum Polisi Soal KRI Nanggala-402, Puluhan Prajurit TNI Datangi Polsek Kalasan

"Soalnya udah ramai orang-orang nakal ini, orang-orang dari luar negeri tanpa karantina bisa bayar terus masuk. Makanya saya bilang ini mafia. Ini lagi kita dalami," ujar Yusri dalam video yang diterima Kompas.com, Senin (26/4/2021) malam.

Yusri menyebutkan, komplotan tersebut membantu meloloskan orang-orang dari luar negeri untuk tidak menjalani karantina Covid-19.

Salah satu peristiwa terbaru, yakni seorang warga negara Indonesia (WNI) dari India berinisial JD lolos dari karantina Covid-19.

Dua orang berinisial S dan RW yang mengaku sebagai pegawai Bandara Soekarno Hatta memuluskan JD keluar dari bandara.

JD disebut membayar sejumlah uang kepada pelaku agar bisa lolos karantina Covid-19.

"Kalau pengakuan dia (S dan RW) kepada JD, dia adalah pegawai bandara. Ngakunya doang. Dia sama anaknya. S itu sama RW itu anaknya. RW itu anaknya S," tambah Yusri.

JD membayar Rp 6,5 juta kepada S.

Kemudian, S meloloskan JD dari kewajiban karantina selama 14 hari setelah mendarat dari India.

Yusri mengatakan, penyidik masih mendalami modus operandi yang dilakukan oleh S dan RW. Ketiganya masih diperiksa.

"Iya makanya ini masih kita dalami. Dia bisa keluar masuk itu. Besok kita sampaikan secara jelas. Intinya ini mereka meloloskan orang tanpa melalui karantina. Apakah ada pelaku lain? Ini masih kita dalami," kata Yusri.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved