Al Quran dari Kulit Kayu Berumur 1.500 Tahun Ini Sedot Perhatian Netizen, Viral di Medsos

Al Quran dari kulit kayu yang konon berusia 1.500 tahun di Festival Al Quran Tertua di Desa Alor Besar, NTT viral di medsos

Editor: Dwi Sudarlan
Banjarmasin Post/kolase Instagram
Foto-foto Festival Al Quran Tertua di Alor Besar NTT 

TRIBUNKALTENG.COM, KUPANG - Kitab Suci Al Quran dari kulit kayu yang konon berumur 1.500 tahun di Festival Al Quran Tertua di Desa Alor Besar, Nusa Tenggara Timur (NTT)  meyedot perhatian netizen karena viral di media sosial (medsos).

Video Festival Al Quran terutama Al Quran berusia 1.500 tahun itu kini kembali jadi sorotan.

Padahal acara tersebut telah berlangsung pada tahun lalu, 30 Juli 2020.

Tepatnya di Alor Barat Laut, Kabupaten Alor,  NTT.

Pada festival tersebut, masyarakat ingin menunjukan bahwa di wilayah NTT, terdapat Al Quran yang dianggap tua yang berumur sekira 1.500 tahun.

Bahkan, tiap-tiap halaman pada Al Quran tersebut terbuat dari kulit kayu yang masih sangat rapi tersimpan.

Baca juga: Sholawat Nuril Anwar, Amalan untuk Mempermudah Terkabulnya Hajat

Baca juga: Hari Ini 11 Ramadhan 1442 H, Berikut Doa dan Keutamaan 10 Hari Kedua Ramadhan 2021

Baca juga: Siap-siap Bayar Zakat Fitrah, Bayi Baru Lahir Wajib Bayar? Ini Penjelasan Buya Yahya dan UAS

Informasi ini didapat dari unggahan akun media sosial Instagram @undercover.id, Rabu (21/4/2021).

Dalam unggahan video tersebut, disematkan pula akun Instagram pembuat video, @titonoverianputra.

Saat dikonfirmasi Tribunnews.com pada Kamis (22/4/2021), Tito membenarkan bahwa Alquran yang terbuat dari kulit kayu ini, dianggap sebagai Alquran tertua yang berusia sekira 1.500 tahun.

"Al-quran Tua terbuat dari kulit kayu di bawa dari Pulau Ternate (Alor) menuju Desa Alor Besar, Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, NTT," ujar Tito.

Tito mengatakan dirinya takjub melihat kondisi Al Quran tua ini tampak masih sangat terjaga dengan baik.

"Al Quran tua terbuat dari kulit kayu ini tampak masih sangat terjaga dengan baik."

 "(Ini) menandakan disimpan dengan baik oleh penjaganya," ucap Tito.

Tak hanya itu, Tito juga tidak menyangka, Al Quran ini berada di wilayah Alor, NTT.

Tito menambahkan, dirinya tidak yakin masyarakat mengetahui keberadaan Al Quran ini sebagai pertanda kuatnya persebaran Islam di Indonesia Timur.

"Dan tidak di sangka Al Quran ini ada di Alor, NTT, yang mungkin sebagaian besar orang Indonesia tidak akan menyangka bahwa persebaran Islam di Indonesia Timur gencar (cukup kuat)," kata Tito.

Tito menceritakan, sebelumnya video tersebut hanya tersimpan di memori handphone miliknya saja.

Akhirnya, ia mencoba merangkai beberapa videonya untuk kemudian diunggah di akun media sosialnya.

Dirinya tak mengira video tersebut ditonton dan direpost banyak orang.

Tito mengatakan, video ini viral karena bertepatan dengan momen bulan Ramadhan.

"Iya betul baru viralnya sekarang, mungkin karena momentnya pas juga dengan bulan Ramadhan," ungkapnya.

Festival yang kali pertama baru diadakan di wilayah ini direkam Tito saat dirinya melakukan perjalanan keliling di Flores, NTT. 

Dalam videonya, dijelaskan Tito tampak antusiasme masyarakat menonton festival tersebut.

Masyarakat yang hadir menunjukan sangat ingin melihat dan mempelajari sejarah agama Islam.

"Festival ini sangat meriah, terbukti dari antusiasme masyarakat yang hadir menandakan masyarakat sangat ingin melihat dan mempelajari sejarah agama Islam di tanah kelahiran mereka," ujar Tito.

Acara tersebut turut dihadiri pula Gubernur NTT,Viktor Bungtilu Laiskodat dan Bupati Alor, Amon Djobo.

Festival tersebut merupakan momentum dalam memperingati hadirnya Alquran sebagai bukti perjuangan persebaran ajaran agama Islam di tanah timur Indonesia.

Dalam acara ini, Al Quran yang dianggap sebagai peninggalan sejarah agama Islam di bawa atau dipindahkan dari Pulau Ternate (Alor) menuju Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, NTT.

Pada perjalanan ini, banyak warga yang ikut mengarak Al Quran dengan berbondong-bondong menyebrangi lautan menggunakan kapal-kapal kayu untuk sampai di obyek situs Al Quran Tua di Masjid Jami.

Pemindahan ini dimaksudkan sebagai simbol masuknya agama Islam di NTT.

Baca juga: Apa dan Kapan Nuzulul Quran? Berikut Penjelasan dan Kaitannya dengan Lailatul Qadar

Baca juga: Tidak Mampu Tahan Nafsu, Berhubungan Intim di Siang Hari Ramadhan 2021, Apa yang Harus Dilakukan?

Saat dilakukan pemindahan, Al Quran ini dibawa oleh oleh Nurdin Gogo bersaudara.

Diketahui Nurdin Gogo merupakan keturunan ke-14 dari Kesultanan Iang Gogo.

Tito mengatakan, Al Quran tertua ini memiliki 5 penerus, dan prosesi acara akan berlangsung jika keseluruhan penerus telah berkumpul.

Dalam informasi yang diberikan Tito, sepanjang jalan saat Alquran dibawa dari lokasi penyimpanan (Pulau Ternate) menuju Kabupaten Alor, ratusan pengunjung dan masyarakat melantunkan Sholawat.

Mereka begitu khusyuk mengiringi jalannya Al Quran tertua yang dibungkus kain putih ini.

Tito mengatakan, hatinya takjub dan beberapa masyarakat terlihat menitikan air mata.

"Membuat hati semua pengunjung bergetar, hingga seketika merinding dan air mata yang tak terbendung lagi," kata Tito.

Menurut Tito, keberagaman di wilayah ini sangat tampak.

Hal ini, karena mayoritas pengunjung mengenakan pakaian muslim dengan kombinasi tenun khas Alor.

Sehingga nuansa muslim di wilayah ini sangat terasa.

"Nuansa muslim sangat terasa disini, semua pengunjung mengenakan pakaian muslim dan uniknya mereka mengkombinasikan pakaian muslim dengan tenun khas Alor."

"Hingga sangat tampak sekali keberagaman disini," ungkap Tito. (*)

Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Video Festival Alquran Tertua di NTT Jadi Viral, Kondisi Al Quran 1.500 Tahun Bikin Takjub

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved