Pengeroyokan Kopassus dan Brimob

Tengkorak Prajurit Kopassus Retak Akibat Dikeroyok di Kebayoran Baru, 4 Jenderal Buru Pelaku

Tengkorak prajurit Kopassus yang dikeroyok di Kebayoran Baru mengalami retak karena itu pula 4 jenderal TNI ditugaskan mengawal pengusutan kasus itu

Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa
Ilustrasi pengeroyokan 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Tengkorak prajurit Kopassus yang menjadi korban pengeroyokan di Kebayoran Baru Jakarta mengalami retak karena itu pula 4 jenderal TNI ditugaskan untuk mengawal pengusutan kasus yang videonya viral  di media sosial (medsos) itu.

Dikatakan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, anggotanya yang menjadi korban pengeroyokan itu mengalami keretakan pada bagian tengkorak.

Anggota Kopassus yang menjadi korban pengeroyokan di Jalan Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (18/4/2021) pagi, ternyata mengalami luka cukup serius.

Cedera yang dialami prajurit korps baret merah itu cukup berat dan korban tak sadarkan diri.

Baca juga: Yang Tewas Saat Dikeroyok Bareng Kopassus Ternyata Anggota Brimob, Korban Juga Sopir Jenderal

Baca juga: Kronologi Komandan Brimob Meninggal Usai Divaksin Covid-19, Sesak Napas, Demam dan 2 Kali Masuk RS

Baca juga: Terapis Pijat Bunuh Anggota Kopassus, Jenasah Dikubur di Dapur, Sebelumnya Bunuh 6 Orang Lain

”Yang jelas ada keretakan pada tengkorak sehingga cederanya cukup berat. Ini yang saya terima baru kemarin pagi.  Mungkin tidak terlalu jauh kondisinya saat ini,” kata Andika saat konferensi pers di Gedung Pomdam Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (20/4/2021).

Andika mengaku tengah mendalami kejadian itu.

Pemeriksaan tak hanya dilakukan pada pelaku eksternal, tetapi anggota tersebut juga harus menjalani pemeriksaan.

Hal ini berkaitan dengan keberadaan anggota Kopassus tersebut di lokasi kejadian lantaran waktu dan lokasi tempat prajurit itu berada dianggap tidak normal bagi seorang prajurit TNI.

”Kita tidak hanya kejar pelaku.  Tapi kita juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, karena memang itu bukan jam yang kami anggap normal bagi seorang prajurit ada di situ,” kata Andika.

”Kita terus melakukan koordinasi yang erat dengan pihak Polda, untuk para pelakunya. Tetapi secara internal kita terus mendalami, mereka berada di situ ngapain?" katanya.

Andika berjanji tak akan menutup-nutupi apa yang dilakukan prajuritnya pada Minggu pagi di lokasi tersebut.

"Kita harus objektif, apa yang menjadi peran tindak pidana orang lain harus diproses. Kita akan cari sejelas-jelasnya apa yang terjadi," sambungnya.

Lebih lanjut Andika juga mengatakan, kegiatan-kegiatan di luar tugas formal sebagai prajurit TNI, apalagi di jam dan tempat tak semestinya harus dihilangkan.

Kejadian ini diakuinya menjadi bahan evaluasi di satuannya agar hal serupa tak kembali terulang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved