Breaking News:

Bantuan Korban Bencana NTT Hanya 1 Kg Beras, 1 Telur dan 1 Mie Instan: Ini Penghinaan bagi Kami

Bantuan korban bencana alam di NTT Hanya 1 kg beras, 1 telur dan 1 mie instan, mereka menilai bantuan itu sebagai bentuk penghinaan

Editor: Dwi Sudarlan
Kompas.com/dok. Meidel Amtiran
Bantuan yang diterima korban bencana alam di NTT 

TRIBUNKALTENG.COM, KUPANG - Menyedihkan, korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan mendapat bantuan hanya berupa 1 kg (kilogram) beras, 1 butir telur dan 1 bungkus mie instan, mereka menilai bantuan itu sebagai bentuk penghinaan. 

Warga di Kelurahan Teunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, NTT merasa kesal dengan bantuan yang diberikan oleh Pemkab Kupang.

Hal ini karena bantuan yang mereka dapat minim sekali, hanya berupa satu butir telur, sebungkus mie instan, dan satu kg beras. 

Sejumlah warga korban bencana menilai hal tersebut merupakan sebuah penghinaan terhadap mereka.

Baca juga: Tengkorak Prajurit Kopassus Retak Akibat Dikeroyok di Kebayoran Baru, 4 Jenderal Buru Pelaku

Baca juga: Ini Dia Chef Baru Presiden Jokowi Selama Ramadhan, Masih Muda, Kuliah di Singapura dan Hobi Masak

"Bantuan ini, kami anggap sebuah lelucon. Ini kata kasarnya sudah menghina kami. Walau kami diterpa bencana seperti ini, tapi kami masih ada pisang, kelapa ubi yang nilainya masih lebih tinggi dari bantuan pemerintah," kata warga bernama Amtiran saat dihubungi Kompas.com,  Selasa (20/4/2021).

Amtiran juga merasa kesal bantuan diberikan setelah dua pekan bencana melanda yaitu pada 14 dan 17 April 2021.

"Kami masyarakat yang kena musibah langsung di sini bingung dengan pemberian bantuan model begini. Kami tidak habis pikir kok bisa ada bantuan yang model begini padahal bencana besar sekali," ungkap Amtiran.

Sindiran juga disampaikan korban bencana asal Dusun 9, RT 29, RW 14, Desa Merbaun bernama Yuli Bureni. Bantuan itu diterimanya di rumah ketua RT pada Jumat (16/4/2021).

“Ini bantuan aneh. Kami merasa seperti diolok oleh pemerintah dengan bantuan beras satu kilo dan telur sebutir ditambah mie satu bungkus," kata Bureni.

Bureni menyebutkan, dirinya beberapa waktu lalu juga mendapat bantuan dari pihak lain selain pemerintah, tapi masih lebih banyak jumlahnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved