Breaking News:

Berita Kalteng

Penerapan Protokol Kesehatan Wisata Air Hitam Kereng Bengkirai di Palangkaraya Diawasi Ketat

Pemko Palangkaraya ketat berlakukan penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung Wisata Air Hitam Dermaga Kereng Bengkirai Kecamatan Sabangau Kalteng

tribunkalteng.com/Fathurahman
Wisata Susur Sungai Air Hitam Dermaga Kereng Bengkirai Palangkaraya, Kalimantan Tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemko Palangkaraya sejak beberapa minggu ini sudah membuka kembali Wisata Air Hitam Dermaga Kereng Bengkirai Kecamatan Sabangau, Kalimantan Tengah.

Para pengunjung yang datang cukup banyak dalam setiap harinya terutama Hari Libur Nasional.

Pengunjung diwajibkan mentaati Protokol Kesehatan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh Wali Kota Palangkaraya.

"Sempat coba perahu susur sungai di Wisata Air Hitam Dermaga Kereng Bengkirai. Wajib pakai masker, duduknya diatur jarak dan disediakan handsnitizer, tempat cuci tangan," ujar Haswansyah, pengunjung.

Baca juga: Ketua MUI Kapuas Sebut Fatwa MUI Tegaskan Suntik Vaksin Covid-19 Tidak Membatalkan Puasa Ramadan

Baca juga: Lihan Meninggal Dunia, Sempat Keluar Masuk Penjara Kasus Penipuan Investasi, Begini Jejak Kasusnya

Baca juga: Kisah Sedih Gadis 15 Tahun, Diperkosa Lalu Dijual oleh Anak Anggota DPRD dan Kena Penyakit Kelamin

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangkaraya, Alman P Pakpahan mengatakan, pihaknya sudah menempatkan sejumlah personel untuk melakukan pengawasan di lokasi Wisata Air Hitam Kereng Bengkirai.

"Kami minta pengunjung mentaati ketentuan yang ada terkait penerapan protokol kesehatan dan lainnya," ujarnya.

Petugas mengawasi kegiatan susur sungai kapal atau pondok terapung, Getek, Bebek Mesin dan Bebek Goes di Dermaga Kereng Bangkirai

Mengawasi Jumlah penumpang  sesuai dengan peraturan 50 persen penumpang dari muatan sebelumnya.

Memberikan himbauan seperti pemutaran rekaman suara Perwali Nomor 26 Tahun 2020.

Mengingatkan menggunakan masker dan jaga jarak saat di daerah wisata dan saat menaiki kapal atau pondok terapung, Getek, Bebek Mesin dan Bebek Goes.

Himbauan penumpang Getek, Bebek Mesin dan Bebek Goes agar tetap menggunakan Life jacket.

Mencatat jumlah penumpang dan Jam keberangkatan  dan kedatangan kapal dan pondok terapung, Getek, Bebek Mesin dan Bebek Goes.

Melakukan penarikan Restribusi Tambat untuk wahana: Kapal dan  Pondok Apung, Bebek Mesin dan Long boat, dan Getek Mesin, Sesuai dengan Perda Nomor 3 Tahun 2018. 

(tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved