Breaking News:

Berita Kalsel

Lihan Meninggal Dunia, Sempat Keluar Masuk Penjara Kasus Penipuan Investasi, Begini Jejak Kasusnya

Lihan yang meninggal di perjalanan dari Lapas Banjarbaru menuju RSD Idaman, Senin (19/4/2021), sebelumnya sempat keluar masuk penjara kasus penipuan.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Aprianto
Lihan semasa hidupnya ketika menjalani pemeriksaan di Kejari Kota Banjarbaru, Kamis (14/11/2021) 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Lihan yang meninggal di perjalanan dari Lapas Banjarbaru menuju RSD Idaman, Senin (19/4/2021), sebelumnya sempat keluar masuk penjara kasus penipuan investasi.

Terakhir sebelum meninggal mantan pengusaha intan Cindai Alus Kabupaten Banjar ini kembali terjerat kasus penipuan miliaran rupiah sehingga kembali mendekam di penjara.

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasubag Humas Polres AKP Tajuddin menjelaskan 
korban yang melaporkan tindak penipuan Lihan yakni pelapor H Hasyim Asy'ari warga Jalan Karang Anyar Loktabat Utara Banjarbaru, Kalsel.

"Kerugian H Hasyim sebagai korban pelapor akibat penipuan Lihan ini mencapai Rp 1,2 Miliar," ujar Tajuddin Senin (19/4/2021) malam tadi.

Baca juga: Lihan Meninggal di Perjalanan dari Lapas Banjarbaru Menuju RSD Idaman, Alami Sakit Jantung dan Asma

Baca juga: Lihan Meninggal Dalam Status Napi di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Sisa Masa Tahanan 1 Tahun 1 Bulan

Baca juga: Petinju Kalteng Hamson Lamandau Juara WBC Internasional Diusulkan Jadi ASN Jalur Prestasi

Lebih lanjut dijelaskan, kasus ini dilaporkan ke dua intitusi yakni Polda Kalsel yang menangani investasi dan Polsek Banjarbaru kota menangani Tipugelap.

Sebelumnya setelah bebas dari kasus penipuan miliar rupiah pada beberapa tahun lalu, Lihan kembali mendekam di penjara.

Unit Reskrim Polsek Banjarbaru Kota mengamankan Lihan di rumah sewanya di Kota Bandung, tepatnya di perumahan Green Valley Residence, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandala Jati, Rabu, 18 September 2018 silam.

Lihan melakukan penipuan pada tahun 2016 silam, dengan meminjam uang milik rekannya sendiri yakni H Hasyim Asyari.

Dengan alasan ingin memasukan uang miliknya sebesar Rp 50 Miliar yang ada di luar negeri ke Indonesia.

Lihan lalu meminjam uang Hasyim untuk membayar program Tax Amnesty (pengampunan pajak) sebesar Rp 1,2 miliar sebagai syarat memasukan uang dari negara asing.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved