Breaking News:

Berita Kalteng

Ketua MUI Kapuas Sebut Fatwa MUI Tegaskan Suntik Vaksin Covid-19 Tidak Membatalkan Puasa Ramadan

Ketua MUI Kabupaten Kapuas sebut fatwa MUI menegaskan suntik vaksin Covid-19 tidak membatalkan puasa Ramadan.

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/dok
Ketua MUI Kabupaten Kapuas, KH Nurani Sarji 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Pemberian vaksinasi dengan cara injeksi seperti dalam pemberian vaksin Covid-19 selama bulan Ramadan tidak membatalkan puasa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kapuas KH Nurani Sarji melalui rilis diterima, Senin (19/4/2021).

KH Nurani menuturkan bahwa Majelis Ulama Indonesia sebelumnya telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksin Covid-19 tidak membatalkan puasa.

"Keputusan ini tertuang dalam Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang hukum vaksinasi Covid-19 saat berpuasa, dimana vaksinasi yang dilakukan dengan injeksi intramuskular tidak membatalkan puasa," bebernya.

Baca juga: Lihan Meninggal Dalam Status Napi di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Sisa Masa Tahanan 1 Tahun 1 Bulan

Baca juga: Lihan Meninggal Dunia, Sempat Keluar Masuk Penjara Kasus Penipuan Investasi, Begini Jejak Kasusnya

Baca juga: Petinju Kalteng Hamson Lamandau Juara WBC Internasional Diusulkan Jadi ASN Jalur Prestasi

Menurutnya, Pemerintah dapat melakukan vaksinasi pada bulan ramadan untuk mencegah penularan wabah Covid-19 dengan memperhatikan kondisi umat islam yang sedang berpuasa.

"Jadi vaksinasi Covid-19 bagi umat islam yang sedang berpuasa dengan injeksi, hukumnya boleh sepanjang tidak menyebabkan bahaya,” kata Ketua MUI Kabupaten Kapuas itu.

Dirinya pun mengajak kepada masyarakat agar tidak ragu-ragu untuk ikut program vaksinasi ini guna mendukung program pemerintah dalam memutus penyebaran virus Covid-19.

"Harapan kita bila masyarakat mengikuti proram vaksinasi ini dengan benar dan kemauan dirinya sendiri, insyaallah maka penyebaran virus ini dapat berkurang dan ditekan sehingga tingkat kasus yang terkena virus tidak lagi tinggi," ujarnya.

MUI menetapkan bahwa melakukan vaksinasi Covid-19 bagi umat Islam yang berpuasa, dengan injeksi intramuscular hukumnya boleh, sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dharar).

Untuk diketahui, injeksi intramuscular adalah injeksi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot.

(tribunkalteng.com/Fadly SR)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved