Breaking News:

Berita Kriminal

Salah Sasaran, Bocah 9 Tahun Tewas Ditebas Kepalanya, Pelaku: Daripada Tersiksa Saya Bunuh Sekalian

bocah 9 tahun tewas ditebas menggunakan samurai, tragisnya pelaku mengaku nekad membunuh bocah itu karena takut tersiksa

Editor: Dwi Sudarlan
SuryaMalang.com/Kuswanto Ferdian
Tersangka UA melakukan reka ulang saat menebas leher bocah berumur 9 tahun 

Setelah kamar tersebut terbuka, di dalam kamar itu tidak ada orang sama sekali.

Hingga akhirnya, UA pulang sembari menenteng samurainya yang berlumuran darah.

Sebelum bergegas pulang, sarung samurai yang ia tinggal di teras rumah korban, tak lupa dibawa pulang.

Baca juga: Dihukum Cambuk karena Berselingkuh dan Berzina, PNS Ini Berulang Kali Minta Minum dan Jongkok

Baca juga: Prabowo Subianto Miliki Pasukan Khusus 100 Prajurit Pilihan TNI, Semboyannya Setia dan Berani

Pengakuan pelaku

UA mengaku menyesal karena telah membunuh anak-anak.

Padahal kata dia, sasaran utama yang akan dibunuh oleh dia adalah ayah korban.

Rencananya, ayah korban akan dilukai dengan keji hingga tewas.

Samurai itu ia beli kepada seseorang di luar Pulau Madura via online seharga Rp 2.5 juta.

"Yang beli samurai itu sekitar tujuh bulan lalu. Awalnya dibuat pajangan saja di rumah," kata UA.

UA mengaku tidak tega sewaktu ingin membunuh anak korban.

Sebab, bukan anak korban yang menjadi sasarannya.

"Sebenarnya saya tidak tega waktu mengetahui orang yang saya tebas ternyata masih anak-anak. Karena khawatir takut tersiksa meski hidup, jadi sekalian saya bunuh," tutupnya.

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Adhi Putranto Utomo mengatakan, pembunuhan anak di bawah umur ini, dipicu karena pelaku sakit hati kepada Ayah korban.

Awalnya, masalah sakit hati tersebut membara di hati pelaku, bermula dari konflik percekcokan antara dua keluarga, yaitu antara keluarga pelaku dan keluarga korban.

Kata dia, sehari sebelum terjadinya pembunuhan, pelaku sempat datang ke rumah korban untuk mencari ayah korban.

Namun, di hari itu, ayah korban sedang tidak ada di rumahnya.

Sehingga, pelaku memutuskan untuk kembali pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya, pelaku kembali datang ke rumah korban waktu malam hari, dengan maksud dan tujuan yang sama, yaitu ingin bertemu dengan ayah korban.

Namun, malam itu, pelaku datang ke rumah korban sembari membawa sebilah samurai dan menghabisi anak korban.

Menurut AKP Adhi, antara pelaku dan korban masih memiliki ikatan keluarga.

Ibu pelaku, masih famili dengan Ibu orang tua korban.

Kata di, pelaku ditangkap oleh anggotanya di rumah bibinya, yang berlokasi di Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.

Saat ini, pelaku sudah mendekam dibalik rumah tahanan Mapolres Pamekasan guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Pelaku terancam dikenai Pasal 340 SUB 338 SUB 351 Ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman mati (seumur hidup) atau paling lama 20 tahun penjara. (*)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Pengakuan Pria yang Tebas Bocah 9 Tahun: Khawatir Tersiksa, Sekalian Saya Bunuh 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved