Breaking News:

Ramadhan 2021

Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad UAS Soal Boleh Tidaknya Sholat Tahajud Setelah Sholat Witir

Bolehkah melaksanakan Sholat Tahajud setelah Sholat Witir, begini penjelasannya dari Ustaz Abdul Somad alias UAS

Editor: Dwi Sudarlan
Tribunnews/istimewa
Ilustrasi sujud saat sholat 

3. Bersedekah

Memperbanyak sedekah juga bisa menambah pahala di bulan Ramadhan.

Menurut hadist riwayat Bukhori, "Rasulullah SAW merupakan orang yang paling dermawan di antara manusia lainnya, beliau semakin dermawan saat berada di bulan ramadhan."

Sedekah di bulan Ramadhan bisa dilakukan dengan cara memberikan makanan buka puasa untuk orang-orang yang berpuasa.

4. Berdzikir

Berdzikir juga meripakan amalan yang bisa menambah pahala saat puasa Ramadhan.

Bulan Ramadhan adalah waktu yang mulia seperti dikutip dari Tribunjateng.com dengan judul Amalan-amalan yang Memperbanyak Pahala di Bulan Ramadhan 2021.

Sebaiknya waktu tersebut digunakan untuk berdzikir dan berdoa.

Berdzikir bisa menenangkan hati.

Dalam Alquran surat Ar-Radu' ayat 28 dijelaskan:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan berdzikir. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram."

5. Sholat Tarawih

Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang hanya dikerjakan selama bulan Ramadhan.

Ibadah ini juga memberikan pahala berlipat ganda bagi yang mengerjakannya.

Bolehkah Keramas Siang Hari di Bulan Ramadhan 1442 H Tahun 2021?

Menjaga kebersihan tubuh merupakan suatu keharusan bagi seluruh umat Muslim.

Meski begitu, saat di bulan Ramadhan, kita harus memperhatikan bagaimana cara membersihkan badan atau mandi saat siang hari.

Mulai dari gosok gigi hingga keramas masih menimbulkan pertanyaan terkait aturan boleh tidaknya hal tersebut dilakukan.

Bahkan berdasarkan pendapat beberapa golongan, saat berpuasa tidak diperbolehkan untuk keramas atau mencuci rambut karena dikhawatirkan dapat membatalkan puasa.

Benarkah pendapat tersebut?

Baca juga: Jangan Diabaikan, Ini 8 Gejala Tubuh Alami Pembekuan Darah, Bahaya Jika Lama Dibiarkan

Mengutip dalamislam.com, berikut penjelasan mengenai hukum berkeramas di siang hari.

Sebagian orang beranggapan bahwa kita seharusnya menghindari atau menjauhi hal yang dapat mengurangi pahala puasa atau sahnya puasa seperti berkeramas saat berpuasa.

Meski demikian, pendapat tersebut masih bisa dibantah karena tidak ada dalil yang jelas yang melarang seseorang untuk berkeramas saat puasa.

Hal tersebut tidak akan membatalkan puasa, jika dilakukan dengan cara dan ketentuan yang sesuai syariat Islam.

Oleh karena itu, keramas diperbolehkan untuk dilakukan atau memiliki hukum mubah.

Beberapa dalil yang mendukung pernyataan hukum keramas saat puasa tersebut adalah sebagai berikut

1. Rasulullah menyiramkan air ke kepalanya saat berpuasa

لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعَرْجِ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ الْمَاءَ، وَهُوَ صَائِمٌ مِنَ الْعَطَشِ، أَوْ مِنَ الْحَرِ

“Sungguh aku menyaksikan Rasulullah Shallallhu ‘Alayhi wa Salam di ‘Araj menyiramkan air keatas kepalanya sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa, karena dahaga dan panasnya cuaca” (HR. Abu Daud, Ahmad dan Al-Baihaqi)

Hadis tersebut dengan jelas menggambarkan bahwa Rasulullah SAW sendiri mandi saat siang hari dan mendinginkan kepalanya dengan menyiramkan air.

2. Rasulullah mandi junub ketika waktu subuh

وكان ابْنُ عُمَرَ -رضى الله عنهما- بَلَّ ثَوْبًا ، فَأَلْقَاهُ عَلَيْهِ، وَهُوَ صَائِمٌ

Ibn Umar radliallahu ‘anhuma pernah membasahi pakaiannya dan beliau letakkan di atas kepalanya ketika sedang puasa.

Diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Ibnu Umar meletakkan kain basah dikepalanya saat berpuasa dengan tujuan untuk mendinginkan kepalanya panas.

Mendinginkan kepala seperti ini disamakan dengan menyiramnya dengan air atau mandi.

3. Pendapat Imam Al-‘Imrani dalam kitab Al Bayan

Dalam kitab Al bayan Imam Al Imrani berpendapat bahwa orang yang berpuasa boleh menyiramkan air diatas kepalanya, berendam serta menyelam dalam air selama air tersebut tidak masuk dalam kerongkongannya.

Hal tersebut juga berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah melakukan mandi junub saat subuh dan melanjutkan berpuasa sebagaimana biasanya.

Berdasarkan dalil-dalil tersebut maka hukum keramas saat puasa adalah dibolehkan atau mubah seperti dikutip dari  Bagaimana Hukum Keramas di Siang Hari saat Ramadhan?

Ini Cara yang Benar agar tak Membatalkan Puasa.

Seseorang bisa keramas saat pagi hari atau siang hari namun tentunya dengan memperhatikan ketentuannya.

Adapun sebagai umat Muslim tidak diperbolehkan untuk melarang sesuatu yang menurut hukum Islam diperbolehkan dan sebaliknya tidak boleh membolehkan perkara yang dilarang dalam agama.

Tata Cara Keramas Saat Puasa

1. Berkeramas bisa dilakukan kapan saja saat berpuasa namun lakukan hal tersebut dengan hati-hati dan pelan-pelan agar tidak ada air yang masuk ke mulut atau lubang tubuh lainnya.

2. Jika tetap ragu untuk melakukan keramas saat puasa ada baiknya untuk menunda waktu keramas hingga waktu buka puasa tiba atau setelah malam.

3. Jika perlu mandi dan berkeramaslah di antara waktu shalat maghrib dan shalat isya dan sebelum melakukan shalat tarawih.

4. Saat berkeramas terutama di siang hari sebaiknya hindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa dan jangan dengan sengaja memasukkan air lewat mulut atau lubang tubuh lainnya karena hal tersebut dapat membatalkan puasanya. (*)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Bolehkah Mengerjakan Sholat Tahajud Setelah Witir? Berikut Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved