Ramadhan 2021

TAUSIAH RAMADHAN 2021: Ibadah Dilipatgandakan Selama Ramadhan

Tausiah Ramadhan hari ini disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, KH Husin Nafarin yang mengupas ibadah selama bulan Ramadhan

Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa
Ketua MUI Kalsel, KH Husin Nafarin 

TRIBUNKALTENG.COM - Tausiah Ramadhan hari ini disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, KH Husin Nafarin yang mengupas ibadah selama bulan Ramadhan.

Allah SWT menciptakan 12 bulan dalam setahun dan di antaranya ada empat bulan haram. Bulan Haram adalah bulan-bulan yang diagungkan dan dimuliakan. 

Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 36, Allah Ta’ala berfirman; “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya 4 bulan haram.  Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang 4 itu.”

Empat bulan haram itu ada satu bulan yang  tersendiri yaitu Muharam. Kemudian ada tiga bulan yang bertalian atau bersambung yaitu Rajab, Sya'ban, Ramadhan. 

Baca juga: JADWAL IMSAKIYAH 1 Ramadhan 1442 H - 13 April 2021 untuk Banjarmasin dan Palangkaraya

Baca juga: TADARUS RAMADHAN 2021: Surah Al Kafirun, Arti dan Keutamaannya

Baca juga: Lafal Doa Kamilin yang Dibaca Setelah Sholat Tarawih Disertai Bacaan Bilal dan Jawaban Jemaah

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah berdoa; ya Allah SWT berilah kami berkah pada bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. 

Rajab adalah bulan Allah, sebab itu di bulan Rajab hendaknya kita banyak beristighfar.

Kemudian kata nabi, bulan Sya' ban adalah bulanku. Maka umat muslim dianjurkan banyak bershalawat.

Selanjutnya kata nabi, Ramadhan adalah bulan umatku, sebab itu kita beribadah berpuasa Ramadhan sebagaimana rukun Islam ketiga. 

Allah memanjakan umat Islam di bulan Ramadhan, ganjaran amal dilipatgandakan.

Ibadah sunah pahalanya seperti ibadah fardhu (wajib). Dan ibadah fardhu pahalanya seperti 70 ibadah fadhu di luar Ramadhan. 

Sebab itu kita hendaknya menyiapkan diri menyambut Ramadhan dengan menyiapkan fisik yang prima. Menyiapkan dana untuk banyak bersedekah, berinfaq dan berzakat. 

Kemampuan dana itu termasuk untuk membukakan orang berpuasa. Sebab jika yang membukakan orang berpuasa maka pahalanya sama dengan pahala orang yang berpuasa itu.

"Jika mampu membukakan 100 orang maka pahala kita sama dengan 100 orang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang dibukakan puasa. 

Kemudian menjelang berbuka puasa hendaknya kita perbanyak doa yaitu astaghfirullah lailaha ilallah as'aluka Janata wauzubika minanar. 

Astaghfirullah artinya mohon ampun kepada Allah. As'aluka Janata artinya beri kami surga. Wauzubika minanar artinya jauhkan kami dari api neraka. 

Penting pula adalah perbanyak baca Al Quran. Khatamkan Al Qur'an selama Ramadhan. Laksanakan tarawih dan jangan lupa prokes. Perbanyak doa agar Covid-19 segera berakhir.  (*)

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Tausiah Ramadhan 1442 H, KH Husin Nafarin : Ibadah Dilipatgandakan Selama Ramadan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved