Breaking News:

Kriminalitas Kalteng

Polda Kalteng Ungkap Prostitusi Online Anak di Bawah Umur di Palangkaraya, Dua Mucikari Diamankan

Polda Kalteng ungkap kasus prostitusi online lewat aplikasi salah satu media sosial memperdagangkan anak di bawah umur di Kota Palangkaraya, Kalteng.

Polda Kalteng
Dua orang mucikari prostitusi online di Palangkaraya saat diamankan petugas Ditreskrimum Polda Kalteng, Jumat (9/2/2021) 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA- Polda Kalteng ungkap kasus prostitusi online lewat aplikasi salah satu media sosial yang memperdagangkan anak di bawah umur di Kota Palangkaraya, Kalteng.

Dua orang mucikari praktek prostitusi online diamankan guna menjalani proses hukum di mapolda Kalteng, Jumat (9/4/2021)

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol K Eko Saputro dan Wadir Reskrimum Polda Kalteng, AKBP Arie SZ Sirait membenarkan kedua orang mucikari yang diduga terlibat, diproses hukum di Ditreskrimum Polda Kalteng.

Arie, mengungkapkan, pihaknya telah berhasil mengungkap kasus perdagangan orang dengan korban di bawah umur di seputaran Kota Cantik Palangkaraya.

Baca juga: Misteri Abah Popon yang Tenar Setelah Terduga Teroris Ngaku Berguru untuk Dapat Ilmu Kebal

Baca juga: Alasan Honorer Tak Bisa Diangkat Langsung Jadi PNS atau PPPK Diungkap Menpan RB Tjahjo Kumolo

Baca juga: Sejarah dan Keutamaan Sholat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat Menurut Ustaz Khalid Basalamah

"Ini Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kami ungkap berdasarkan adanya laporan masyarakat, kami tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan sehingga terbongkar," ujarnya.

Diungkapkan dia, untuk menangkap mucikari dan mengungkap praktek protitusi online tersebut, pihaknya mencoba memancingnya dengan cara memesan wanita yang diperdagangkan tersebut.

Pemesanan melalui aplikasi media sosial Michat kepada Mucikari berinisial FA (26) sehingga sepakat harga Rp. 250.000,-.

"Benar saja, setelah terjadinya kesepakatan, kami temuman perempuan dibawah umur berinisial WN (16) di sebuah wisma. Kami juga menangkap dua mucikari yakni FA tadi dan RH (18)," ujarnya.

Arie menjelaskan, TPPO tersebut telah berlangsung selama tiga bulan terakhir dan baru tercium pihaknya setelah adanya laporan masyarakat.

"Para korban, biasanya memberikan pelayanan ke tamu lima orang dalam satu malam dengan mengonsumsi sabu agar kuat, soal penggunaan narkoba ini sudah ditangani Ditresnarkoba," ujarnya.

(tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved