Breaking News:

Berita Kotawaringin Timur

Warga Desa Ganepo, Kotim, Kalteng Sudah Biasa Lihat Buaya Berjemur di Bantaran Sungai Mentaya

Menjadi pemandangan biasa bagi warga Desa Ganepo, Kotim yakni melihat buaya berjemur di bantaran Sungai Mentaya

Penulis: Fathurahman | Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng
Petugas BKSDA Kotim, Kalteng memasang papan pengumuman agar warga waspada terhadap keberadaan buaya di Sungai Mentaya 

TRIBUNKALTENG.COM, KOTIM - Kejadian aneh di tempat lain menjadi pemandanga biasa bagi warga Desa Ganepo Kecamatan Seranau Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) yakni melihat buaya berjemur di bantaran Sungai Mentaya.

Melihat buaya berseliweran atau bahkan berjemur sudah menjadi pemandangan sehari-hari warga. 

Di Desa Ganepo, sering terlihat buaya berseliweran sekitar desa tersebut, terkadang beberapa ekor buaya berjemur di bantaran Sungai Mentaya, terutama di tanah berlumpur.

Beberapa motoris kelotok yang biasa mengantarkan warga atau barang yang melewati perairan Desa Ganepo juga mengaku sering berpapasan dengan buaya.

Rusdi, salah satu Warga Desa Ganepo mengatakan, saat dia naik kelotok membawa barang melewati sungai sering melihat beberapa buaya berjemur.

"Ada bermacam-macam ukuran buaya, ada yang kecil, sedang, ada juga yang ukuran besar berjemur di pinggiran sungai atau bantaran sungai tersebut, selama ini kami naik kelotok cuek saja melewatinya," ujarnya.

Baca juga: Operasi Yustisi di Palangkaraya Kalteng, Petugas Tutup Sejumlah Kafe Nekat Buka di Atas Jam 10 Malam

Baca juga: Diduga Edar Sabu di Sampit, Buruh Asal Takisung Kalsel Ditangkap Polisi Kotim, Barbuk 8 Paket Sabu

Baca juga: Geger, Dua Bocah Ditemukan Tewas Mengapung di Kali Sungai Panganen Bukitbatu Palangkaraya Kalteng

Keberadaan buaya Muara Sungai Mentaya sudah diketahui warga bantaran sungai tersebut sejak lama.

Sungai Mentaya memang banyak memiliki buaya yang selama ini menghuni beberapa pulau terutama Pulau Lepeh dan Pulau Hanaut.

Namun bagi waga yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya binatang tersebut dulunya tidak mengganggu karena muncul hanya di sekitar dua pulau.

Namun belakangan, banyak terjadi serangan kepada warga yang beraktivitas di bantaran Sungai terutama pada malam dan waktu subuh, bahkan buaya sudah masuk ke anak Sungai Mentaya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved