Breaking News:

Berita Kalteng

Petani Cabai di Sampit Ini Mengaku Terbantu Permodalan Tengkulak dari Tanam Hingga Pemasaran Panen

Sebagian petani di Kotim Kalimantan Tengah,  masih mengandalkan kerja sama permodalan dengan pihak tengkulak untuk penanaman hingga panen pemasarannya

tribunkalteng.com/Fathurahman
Tanaman Cabai salah satu jenis sayuran dikembangkan petani di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Sebagian petani di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah,  masih mengandalkan kerja sama permodalan dengan pihak tengkulak untuk penanaman hingga panen pemasarannya.

Selama ini petani setempat kekurangan modal untuk bisa mengembangkan lahan pertaniannya, sementara bantuan permodalan dari pemerintah tidak seberapa sehingga mereka lebih memilih kerja sama tengkulak.

Agus Suyanto, Petani dari Kelompok Tani Margo Mulyo  di Mentawa Baru Ketapang Sampit, mengaku, selama ini ia mengandalkan bantuan permodalan dari tengkulak untuk penanaman hingga panen.

"Lahan ada ditanami cabai, ada juga buah-buahan. Selama ini memang dimodali oleh tengkulak di Pasar Sampit. Mereka membantu permodalan untuk penanaman bibit hingga panen sehingga kami sangat terbantu," ujarnya.

Baca juga: Wakapolda Kalteng Mulai Kunker ke Daerah Kabupaten, Sambangi Masjid Kyai Gede Pangkalanbun Kalteng

Baca juga: Tetap di Rumah Saja, Pemerintah Resmi Larang Masyarakat Mudik Lebaran 2021

Baca juga: Polisi Terduga Penembak Laskar Pengawal Rizieq Shihab Tewas Kecelakaan

Salah satu tanaman yang berhasil dikembangkan dari permodalan pihak tengkulak adalah tanaman cabai yang dipanen hingga mencapai setengah hektare dari lahan yang dimiliki.

"Harga cabai saat ini tinggi semua hasil pertanian kami diserahkan atau dijual kepada tengkulak dengan harga per kilogram Rp90 ribu," ujarnya.

Dia pun menjual semua hasil panen cabai hanya kepada kepada tengkulak yang banyak membantu permodalan dalam pengembangan pertaniannya.

"Bantuan pemerintah memang ada, tetapi tidak seberapa jika dibanding bantuan tengkulak kepada kami. Saya sudah lama kerja sama dengan tengkulak. Hasilnya baik saja dan sama -sama menguntungkan," akunya.

(tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved