Berita Nasional

Hadiah Uang Duel GM Irene Vs Dewa Kipas Berkurang Puluhan Juta, Dipotong Menkeu Sri Mulyani

Hadiah senilai Rp 300 juta dalam duel catur antara Grand Master (GM) Irene Kharisma Sukandar dan Dewa Kipas alias Dadang Subur, tidak utuh diterima

Editor: Dwi Sudarlan
Tangkapan Layar Akun Youtube Deddy Corbuzier
Duel catur antara GM Irene Kharisma Sukandar (kiri) melawan Dewa Kipas alias Dadang Subur 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Ternyata hadiah uang senilai Rp 300 juta dalam duel catur antara Grand Master (GM) Irene Kharisma Sukandar dan Dewa Kipas alias Dadang Subur, tidak utuh diterima keduanya karena dipotong pajak oleh jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dipimpin Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Fasilitator duel sekaligus YouTuber Deddy Corbuzier, sejak awal menyiapkan total hadiah sebesar Rp 300 juta.

Hadiah itu diberikan kepada GM Irene Kharisma Sukandar dan Dewa Kipas dengan nominal berbeda.

GM Irene Kharisma Sukandar sebagai pemenang duel mendapat hadiah Rp 200 juta.

Sisannya, Rp 100 juga diterima Dewa Kipas alias Dadang Subur.

Deddy Corbuzier selaku promotor atau penyelenggara juga menegaskan bahwa pajak dari hadiah itu sepenuhnya ditanggung pemenang.

Lantas, berapa nilai pajak yang harus disetor ke negara dari hadiah itu?

Kemenkeu di bawah kepemimpinan Sri Mulyani Indrawati dipastikan akan menarik pajak dari hadiah pertandingan tersebut.

Pasalnya, mengenai pajak hadiah memang sudah ada ketentuan aturan perpajakannya.

Baca juga: Dituding Mata Duitan Dalam Duel Rp 150 Juta Lawan Dewa Kipas, GM Irene: Saya Profesional

Baca juga: Pengen Dapat Insentif Kartu Prakerja Rp 600 Ribu Tiap Bulan? Begini Cara Baru yang Harus Dilakukan

Aturan penghitungan pajak hadiah telah diatur berdasarkan UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.

Dirangkum dari aturan tersebut, jenis hadiah setidaknya digolongkan menjadi dua jenis, yakni hadiah undian dan hadiah penghargaan atau prestasi. 

Menurut UU Nomor 36 Tahun 2008 menyatakan, penghasilan yang berasal dari hadiah undian, perlombaan, atau kegiatan serupa lainnya merupakan objek PPh Pasal 4 ayat 2 yang bersifat final.

Artinya, mekanisme penarikian pajaknya telah dianggap selesai pada saat dilakukan pemotongan, pemungutan, atau penyetoran sendiri dari wajib pajak yang bersangkutan.

Sedangkan tarif pajak yang dikenakan atas hadiah berbeda-beda tergantung jenis hadiah yang diperoleh.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved