Breaking News:

Berita Kalsel

Tiga Calon Pekerja Migran Ilegal Asal Kalsel Diciduk di Bandara Internasional Syamsuddin Noor

Tiga perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) non prosedural terciduk di Bandara Internasional Syamsudin Noor saat hendak berangkat ke Timur Tengah

Penulis: Milna Sari | Editor: Syaiful Akhyar
BP2MI
Tiga perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural terciduk di Bandara Internasional Syamsuddin Noor saat hendak berangkat ke Timur Tengah, Selasa (23/3/2021) 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Tiga perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) non prosedural terciduk di Bandara Internasional Syamsudin Noor saat hendak berangkat ke Timur Tengah, Selasa (23/3/2021).

Melaluli ketiga pekerja migran ilegal ini petugas menemukan surat izin keluarga yang akan digunakan untuk proses bekerja ke luar negeri.

Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banjarbaru, Amir Hakim Abdi Sihotang, mengatakan sebelumnya UPT BP2MI Banjarbaru menerima informasi keberangkatan pekerja ilegal warga Kalsel.

Mereka dilaporkan akan berangkat melalui penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor tujuan Surabaya pada Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Geger Warga Desa Astambul Kabupaten Banjar Kalsel, Dua Tetangga Meninggal di Waktu Hampir Bersamaan

Baca juga: Modus Cinta Penipu TKW Indonesia, Curhat di Medsos Hingga Video Call Telanjang Lalu Minta Uang

Baca juga: April Penerimaan 1,3 Juta Formasi Calon ASN, Ini Besaran Gaji PNS dan PPPK yang Diterima

Warga yang berangkat ke Surabaya diduga akan melanjutkan proses sebagai pekerja migran gelap tanpa melalui prosedur resmi atau tanpa dokumen resmi dengan tujuan kerja ke Negara Timur Tengah.

Selanjutnya pada pukul 9:00 Wita Petugas UPT BP2MI Banjarbaru bersama Petugas Avsec Angkasa Pura didampingi Petugas Polsek Bandara melakukan sweeping di area keberangkatan Bandara Syamsuddin Noor.

"Setalah dilakukan sweeping didapati tiga orang wanita asal Kabupaten Tabalong dan Kabupaten HSU yang mengaku dibawa oleh calo bernama Ida asal Kabupaten Tanahlaut Kalsel," jelas Amir.

Tiga perempuan tersebut berangkat ke bandara secara mandiri untuk kemudian dijemput di Surabaya oleh calo.

"Kita cegah dan kita bawa ke kantor UPT BP2MI Banjarbaru untuk dilakukan pemeriksaan BAP oleh PPNS," tambahnya.

Korban pun difasilitasi menuju ke Disnaker Kabupaten HSU dan Disnaker Kabupaten Tabalong untuk diterima oleh Disnaker dan dilanjutkan pemulangan ke keluarga masing-masing.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved