Breaking News:

Kriminalitas Kalsel

Dibekuk Pasca Habisi Juru Parkir di Banjarmasin, Pria Banjarmasin Ini Ngaku Tak Ada Niat Membunuh

Rahim alias Ahim Taring pelaku penganiayaan seorang juru parkir di Belitung Darat Banjarmasin mengungkap pembunuhan terhadap korban

Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi
Gelar Perkara Kasus Pembunuhan, di Polsekta Banjarmasin Barat, Selasa (23/3/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN -   Rahim alias Ahim Taring warga, Jalan Kuin Selatan Gang Swarga, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalsel dibekuk Tim Gabungan unit Ops Reskrim Polsekta Banjarmasin Barat, di backup Unit Resmob Polda Kalsel dan Unit Jatanras Polresta Banjarmasin.

Ahim di tanggkap Senin (22/03/2021) di Jalan Gubernur Subarjo Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin pasca pembunuhan juru parkir di Banjarmasin.

Dari keterangan pelaku terungkap motif dari perkara pembunuhan tersebut, pelaku mengaku sama sekali tidak memiliki niat menghabisi nyawa korbannya.

"Korban sering mengancam saya, mengamuk dan bikin rusuh di wilayah jagaan saya, saya menyesal dan tidak ada niat membunuh," katanya. Selasa (23/03/2021).

Baca juga: Pembunuhan di Kalteng, Polisi Dalami Keterangan Saksi Kasus Suami Bunuh Istri di Palangkaraya

Baca juga: Penusukan Kakak Ipar hingga tewas di Banjarmasin Direka Ulang, Begini Kronologis Pembunuhan Terjadi

Kapolsekta Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo mengatakan, pelaku dan korban adalah rekan satu profesi juru parkir di sekitar Jalan Belitung Darat.

Di antara keduanya sempat terjadi cekcok akibat pelaku tidak terima, atas tidakan korban yang memungut uang parkir di lahan pelaku.

Ditambah lagi keduanya pada saat itu, masing-masing di bawah pengaruh minuman alkohol, karena mereka sempat meneguk minuman keras oplosan bersama-sama.

Baca juga: Polisi Dalami Motif Pembunuhan Sadis Suami Tusuk Istri di Palangkaraya.

Baca juga: Polres HST Belum Tetapkan Tersangka Pembunuhan Dua Bocah di Pagat Barabai

"Mereka minum dua sesi, pertama mabuk sekali kemudian mabuk lagi di malam yang sama. Karena tidak terima atas perbuatan korban, si pelaku langsung menganiaya korban menggunakan senjata tajam," ujar Kapolsek.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku di sangkakan pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved