Breaking News:

Berita Sampit

Sepuluh Badan Adhoc KPU Kalteng Meninggal dan Satu Cacat Tetap Saat Pilkada Diberikan Santunan

Pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, sudah masuk dalam tahapan penetapan pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum setempat

Penulis: Fathurahman | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com / faturahman
Ahli Watis Penyelenggara Adhoc yang gugur atau meninggal dunia dalam menjalankan tugas saat Pilgub Kalteng tahun 2020 di Kotim oleh KPU Kalteng diberikan santunan uang. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT- Pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, sudah masuk dalam tahapan penetapan pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum setempat , proses hingga, Minggu (21/3/2021) masih menunggu waktu pelantikan.

Selama pelaksanaan Pilkada Kalteng Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Tengah, telah melakukan pendataan sebanyak sepuluh orang badan adhoc KPU yang meninggal dunia dan satu orang mengalami cacat tetap sehingga kepada anggota badan adhoc mengalami cacat tetap dan yang meninggal melalui ahli waris diberikan santunan.

Pemberian santunan kepada petugas penyelenggara Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng tahun 2020 lalu diserahkan Ketua KPU Kalteng, Harmain dan jajarannya yang datang langsung ke kabupaten yang ada badan adhoc KPU yang meninggal dunia maupun yang mengalami cacat tetap selama menjalankan tugas dalam penyelenggaraan Pilkada tersebut.

Komisioner KPU Bidang Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Eko Wahyu Sulistiyo Budi, mengatakan, berdasarkan data yang ada sebanyak 10 orang yang diberikan santunan karena meninggal dunia dan satu orang mengalami cacat tetap saat menjalankan tugas mengalami kecelakaan.

Baca juga: Perempuan Tua di Kurau Meninggal Tenggelam, Warga Diminta Awasi Anak Bermain di Bantaran Sungai

Menurut Eko yang sebelumnya, pernah menjabat sebagai Komisioner Bawaslu Kalteng ini, sebanyak sepuluh orang badan adhoc yang meninggal dan dan satu mengalami cacat tetap tersebut sudah diberikan bantuan berupa santunan uang sesuai nominal yang telah ditentukan oleh aturan yang berlaku.

"Badan adhoc yang diberikan bantuan tersebut yakni di Kabupaten Kotawaringin Timur ada dua orang yang wafat, barito utara ada satu meninggal, Barito Selatan dua meninggal, Kotawaringin Barat satu meninggal dan satu cacat tetap, Kapuas dua meninggal dan Barito Timur ada 1 meninggal dan Sukamara 1 meninggal," ujarnya.

"Ada yang diberikan dengan besaran mencapai Rp36 juta, ketika proses tahapan Pemilihan Kepala Daerah sedang berjalan sedangkan yang diberikan santunan Rp20 juta setelah tahapan selesai. Semua bantuan santunan tersebut sudah diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya. (Tribunkalteng.com / faturahman).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved